Konten dari Pengguna

Urbanisasi: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi urbanisasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi urbanisasi. Foto: Pexels

Urbanisasi merupakan salah satu peristiwa dari perkembangan masyarakat modern. Proses urbanisasi ditandai dengan perpindahan penduduk dari daerah perdesaan ke perkotaan.

Fenomena ini tak hanya mengubah lanskap fisik suatu wilayah, tetapi juga membawa perubahan mendasar dalam tatanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Untuk lebih memahami tentang urbanisasi, simak pengertian, faktor penyebab, dan dampaknya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Urbanisasi

Ilustrasi urbanisasi. Foto: Pexels

Urbanisasi adalah suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu pengkotaan suatu wilayah.

Mengutip buku Ekonomi Pembangunan Regional dan Perkotaan karya Muhammad Syafi’i, proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial ekonomi budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Adapun pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota.

Baca Juga: 20 Contoh Perilaku Taat Kepada Pemimpin dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Faktor Penyebab Urbanisasi

Ilustrasi urbanisasi. Foto: Pexels

Urbanisasi dipicu oleh faktor penarik dan pendorong. Berikut faktor penyebabnya yang dikutip dari buku Masyarakat Transisi: Meleburnya Batas-Batas Desa Kota karya Muryanti.

Faktor Penarik Urbanisasi

Beberapa faktor penarik penduduk melakukan urbanisasi, antara lain:

  • Terjadinya sebuah perpindahan tren dari ekonomi agrikultur menjadi wilayayah industralisasi yang menandakan sebuah kemajuan dan perkembangan zaman.

  • Terjadinya pelayanan sosial dan kesehatan yang lebih baik di kota-kota besar yang menyebabkan masyarakat lebih memilih pindah untuk mendapatkan akses dan jaminan kesehatan yang terjamin.

  • Di wilayah kota-kota besar cenderung lebih banyak pilihan lapangan pekerjaan.

  • Tersedianya transportasi dari desa ke kota yang memudahkan akses bagi siapa saja yang ingin melakukan perjalanan.

Faktor Pendorong Urbanisasi

Adapun faktor pendorong penduduk meninggalkan desa, diantaranya:

  • Keadaan desa yang umumnya mempunyai kehidupan yang statis (mengalami perubahan yang sangat lambat). Hal ini bisa terjadi karena adat istiadat yang masih kuat atau pun pengaruh agama.

  • Keadaan kemiskinan desa.

  • Lapangan kerja yang hampir tidak ada karena sebagian besar hidup penduduknya hanya bergantung dari hasil pertanian.

  • Pendapatan yang rendah di desa.

  • Keamanan kurang terjamin.

  • Fasilitas pendidikan sekolah atau perguruan tinggi yang kurang berkualitas.

Dampak Urbanisasi

Ilustrasi urbanisasi. Foto: Pexels

Terjadinya urbanisasi membawa dampak positif dan negatif baik bagi desa yang ditinggalkan juga bagi kota yang didatangi. Mengutip dari buku berjudul Sosiologi Pedesaan karya Sriyana, berikut dampak urbanisasi bagi masyarakat perdesaan maupun perkotaan.

Dampak Positif Urbanisasi

  • Meningkatnya pengetahuan masyarakat desa.

  • Membuat masyarakat makin modern.

  • Meningkatnya kemampuan masyarakat desa sehingga dapat mengimbangi masyarakat kota.

  • Meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.

  • Terjalinnya kerja sama yang baik antara masyarakat di suatu daerah dengan masyarakat di daerah lain.

  • Terpenuhinya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di perkotaan.

  • Roda perekonomian bergerak lebih baik.

Dampak Negatif Urbanisasi

  • Timbulnya masalah perumahan sempit yang tidak sesuai standar kesehatan.

  • Potensi timbulnya pengangguran di perkotaan semakin tinggi.

  • Munculnya lokasi permukiman yang tidak sehat dan rawan kriminalitas.

  • Jumlah tenaga kerja usia produktif di desa akan menurun pesat.

  • Timbulnya masalah kemacetan yang semakin parah.

  • Makin tingginya sampah di wilayah perkotaan.

(SA)