Viral, Angkringan di Tengah Hutan Berkonsep Perkemahan

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Viral dan unik mungkin itu yang bisa menggambarkan angkringan dengan konsep di tengah hutan yang terletak di sudut Dusun Kenteng Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Angkringan yang bernama Dome Pinus ini memiliki konsep angkringan yang cukup menarik. Di mana saat berkunjung ke sana kamu bisa ngangkring sekaligus kemping di dalam hutan pinus sekaligus menikmati cuaca dingin hutan yang khas.
Viral Angkringan Dome Pinus, Banyak Diserbu Pengunjung!
Dimas Sapundani Salah satu pengelola wisata Villa dan Camping Ground Pinus Kenteng menceritakan ide membuat angkringan tersebut. Ia mengaku angkringan tersebut bermula untuk mencari penghasilan agar tetap hidup di tengah pandemi COVID-19.
Angkringan yang dibuka sejak awal Juli ini memang sengaja mengambil konsep tersebut, supaya dapat menarik pengunjung yang datang. Pengunjung tidak duduk berjejer melainkan masuk ke tiap-tiap tenda dome yang biasa digunakan untuk berkemah.
Makanan yang dipesan akan diantar langsung oleh petugas ke tenda-tenda konsumen. Jarak antar tenda mencapai 1,5 meter. Di depan masing-masing tenda disediakan meja dan tikar, jika pengunjung ingin menikmati sajian kuliner, sembari menyaksikan pemandangan alam hutan.
Sebab, hamparan tenda-tenda perkemahan ini berada di tengah hutan pinus yang dihiasi lampu-lampu, sehingga terlihat eksotis. Siapa sangka respon dari masyarakat setelah pihak pengelola posting pertama di media sosial cukup mengejutkan, sehingga banyak pengunjung yang datang.
"Angkringan kan sudah banyak bahkan ribuan di area di kabupaten Semarang. Karena kami memiliki property tenda, maka kami manfaatkan untuk membuka angkringan ala-ala kemper. Lalu kita foto-foto dan unggah di media sosial Instagram dan Facebook. Untuk yang makan awal dulu itu ya keluarga kita sendiri. Jadi masing-masing mengajak istri dan anak-anak, lalu foto. Responsnya luar biasa, kita beberapa kali viral,” jelas Dimas.
Viral angkringan ini pun tidak hanya ramai di jagat maya, tetapi juga menarik perhatian pengujung dari berbagai daerah. Bahkan saking banyaknya pengunjung, pihak pengelola angkringan memilih tutup pada akhir pekan untuk menghindari kerumunan massa.
(RN)
