Konten dari Pengguna

40 Tahun Tinggal di Hutan, Satu Keluarga Punya Permintaan Unik Saat Diselamatkan

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karp Lykov dan keluarga kecilnya tinggal di hutan dan terisolasi selama 40 tahun. Foto: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Karp Lykov dan keluarga kecilnya tinggal di hutan dan terisolasi selama 40 tahun. Foto: Istimewa.

Karp Lykov bersama keluarganya mungkin menjadi salah satu keluarga di dunia yang jauh dari peradaban modern. Mereka tak pernah mengetahui berbagai peristiwa penting di dunia, termasuk Perang Dunia II.

Lykov dan keluarganya tinggal di Pegunungan Sayam, Siberia Selatan, Rusia, tepatnya di Taiga Siberia. Tempat ini diketahui merupakan salah satu daerah paling terisolasi di dunia.

Mereka tinggal jauh di dalam hutan belantara yang tak pernah disentuh manusia modern. Tak ada listrik, apalagi televisi.

Dalam laporan Vintage News, Lykov dan keluarganya sudah tinggal di sana sejak 1936. Mereka ditemukan sekelompok ahli geologi pada 1978.

Salah satu geolog, Smithsonian, mengatakan, Lykov dan keluarga kecilnya itu menyambut dengan baik. Namun, semua yang ditawarkan mereka tolak, kecuali garam karena selama 40 tahun lebih tinggal di sana belum mencicipi garam.

Berdasarkan keterangan tim geologi, Lykov dan keluarganya hidup di dalam hutan setelah tentara Uni Soviet membunuh saudaranya. Mereka pun pindah ke Taiga Siberia pada 1936.

Selama lebih dari empat dekade, Karp Lykov bersama keluarga kecilnya tinggal di hutan yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Mongolia.

Di dalam hutan, Lykov dan istrinya, Akulina bersama dua anaknya, Savin dan Natalia memulai hidup baru pada 1936. Beberapa tahun kemudian, Akulina kembali melahirkan dua anak lagi, yakni Dmitry pada 1940, dan Agafia pada 1943.

Selama di sana, mereka mengonsumsi beri Siberia, sayuran yang ditanam sendiri, dan berburu hewan tanpa pistol atau panah.

Pada akhir 1950-an, Akulina meninggal karena kelaparan. Hal tersebut membuat Lykov dan anak-anaknya harus bertahan hidup tanpa seorang ibu.

Sejak ditemukan pada 1978, tim geologi rutin menemui Lykov dan ketiga anaknya tersebut.

Selama bercengkerama, tim geologi kaget, karena Lykov dan keluarganya sama tak mengetahui peristiwa atau peradaban di dunia. Misalnya mereka sama sekali tak tahu telah terjadi Perang Dunia II dan manusia sudah mendarat di bulan.

Saking terisolasinya, Lykov juga tak pernah menyentuh barang-barang modern. Tim geologi menyebut, Lykov paling takjub dengan kantung plastik.

embed from external kumparan

Seiring berjalannya waktu, pada musim gugur 1981, ketiga anak Lykov, yakni Dmitry, Natalia, dan Savin meninggal dengan hanya berjarak beberapa hari. Dua di antaranya menderita gagal ginjal, sementara satu lainnya akibat pneumonia.

Para ahli geologi kemudian berusaha meyakinkan Lykov dan anaknya, Agafia, untuk pindah bersama dengan kerabatnya di desa yang berjarak 241 km dari tempatnya. Namun mereka selalu menolak.

Lykov kemudian meninggal pada 16 Februari 1988. Sedangkan anaknya, Agafia, masih tinggal di Taiga Siberia seorang diri.

Cerita keluarga Lykov ini diposting kembali oleh akun @faktaunikunik di Instagram dan mengundang reaksi dari beberapa warganet.

"buset, tau tau sudah WW2," celetuk @e.bimaprasetya.

"Saking tenang nya hidup mereka," tambah @juliansyah.jc.

"The real baru keluar dari goa bro?" ucap @zevmod. (ace)