Food & Travel
·
5 Desember 2020 9:21

5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan

Konten ini diproduksi oleh Berita Viral
5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan (69609)
Ilustrasi festival di Jepang. Foto: Pixabay
Jepang memang menjadi negara favorit banyak orang. Masyarakat Jepang yang dinilai sangat sopan, adat dan budaya yang sangat kental, musim sakura, dan masih banyak hal lain yang bisa diperbincangkan mengenai Jepang.
ADVERTISEMENT
Berbicara soal adat dan budaya, Jepang memang jagonya. Bagi mereka, melestarikan budaya dan sejarah dibalik setiap tradisi merupakan hal yang wajib dan tak boleh dihentikan. Bahkan, banyak sekali tradisi di Jepang yang bikin geleng-geleng kepala.
Kira-kira, apa saja, ya, tradisi unik yang dimiliki Jepang? Berikut kami rangkum 5 festival dan ritual adat unik Jepang khusus untuk kamu.

1. Festival Shukatsu

5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan (69610)
Ilustrasi festival shukatsu di Jepang. Foto: Getty Images/AFP
Shukatsu yang diadakan setiap 16 Desember, ini mengajarkan setiap harus siap sedia kapanpun waktu ajal tiba. Festival ini benar-benar layaknya persiapan kematian karena mengajarkan banyak hal mulai dari mencoba berbaring di peti, dan memilih bagaimana riasan wajah dan rambut saat hari kematian tiba. Unik, ya.

2. Kanamara Matsuri

5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan (69611)
Barisan arak-arakan merayakan Kanamara Matsuri. Foto: Shutter Stock
Festival Kanamara Matsuri ini melibatkan simbol alat kelamin pria. Festival ini sudah digelar sejak tahun 1600 silam, sekaligus merupakan perayaan religius bagi masyarakat Jepang. Pasalnya, festival ini diadakan sebagai doa agar mendapatkan kesuburan serta agar terhindar dari penyakit menular seksual di Jepang.
ADVERTISEMENT
Secara harfiah, Kanamara Matsuri diartikan sebagai Festival of the Steel Phallus, atau Festival Lingga Baja. Festival ini dirayakan setiap hari Minggu pertama pada bulan April di Kuil Jinja Kanayama, Kawasaki.

3. Festival Hinamatsuri

5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan (69612)
Ilustrasi Girls Day di Jepang. Foto: Pixabay
Festival Hinamatsuri diadakan pada hari wanita yang jatuh pada tanggal 3 Maret. Aneh bin ajaib, festival ini melibatkan kentut wanita. Beberapa wanita muda akan menunjukkan bunyi, aroma, dan juga cara mereka berkentut. Meski terlihat konyol, namun festival ini diadakan sebagai harapan agar para wanita bisa hidup sehat dan bahagia.

4. Ritual Seppuku

5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan (69613)
Ilustrasi Seppuku. Foto: Wikimedia Commons
Tradisi Seppuku atau sering disebut juga Harakiri merupakan ritual bunuh diri. Berbeda dengan yang kamu bayangkan, ritual ini dilakukan dengan aksi bagian perut dibelah oleh orang lain menggunakan samurai.
ADVERTISEMENT
Hal ini mereka lakukan lantaran pada masa 47 ronin, mereka menganggap cara ini adalah cara yang lebih terhormat, dibandingkan harus menyerahkan nyawa di tangan lawan.

5. Ritual Ubasuteyama

5 Festival dan Tradisi Tak Lazim di Jepang, Termasuk Buang Orang Tua di Hutan (69614)
The Ballad of Narayama (1983) Foto: IMDb/The Ballad of Narayama (1983)
Ubasuteyama merupakan gabungan dari dua kata bahasa Jepang. Ubasute berarti pembuangan, dan yama berarti gunung. Ritual ini dilakukan dengan pembuangan orang tua lanjut usia atau yang sudah tua ke hutan di kaki gunung Fuji.
Ubasute kabarnya selalu dilakukan karena keadaan yang sulit dan memaksa. Biasanya dilakukan oleh anak laki-laki dengan cara menggendong ibu mereka di atas punggung.
Para pria ini kemudian akan membawa orang tua mereka ke gunung atau hutan lebat dan meninggalkannya sendirian, baik dengan sedikit bekal makanan atau tidak. Sang ibu kemudian akan menemui ajal karena kelaparan, dehidrasi, hipotermia, serangan binatang buas atau kombinasi hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Tradisi ini kabarnya mulai dilakukan pada masa paceklik zaman dulu. Namun, ada yang percaya bahwa ritual ini hadir karena kedatangan kerajaan China di India pada abad ke-6. Meski begitu, praktik ini terdengar terakhir dilakukan pada tahun 2018 lalu.
Bagaimana menurutmu dengan lima festival dan ritual unik di Jepang, nih? Apakah ada festival yang mau kamu kunjungi? (bel)