Konten dari Pengguna

Benarkah di Bulan Ada Oksigen yang Cukup untuk 100 Ribu Tahun?

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bulan. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bulan. Foto: Suparta/acehkini

Atmosfer Bulan sempat dilaporkan tidak mengandung cukup oksigen untuk kehidupan manusia. Tapi dalam studi terbaru, lapisan atas Bulan yang berbatu ada kandungan gas terdapat kandungan oksigen yang diperkirakan bisa cukup untuk 100 ribu tahun.

Mengutip NDTV, John Grant, seorang dosen ilmu tanah di Universitas Southern Cross Australia yang terlibat dalam penelitian menyebut kandungan oksigen itu cukup untuk menopang 8 miliar manusia.

Dalam penelitian terbaru, permukaan Bulan memiliki banyak oksigen dengan regolith-nya terdiri dari 45 persen gas.

Satu meter kubik dari regolith Bulan rata-rata membawa 1,4 ton mineral. Dari jumlah itu termasuk di dalamnya 630 kg oksigen.

Sebagai informasi manusia membutuhkan sekitar 800 gram oksigen per hari. Artinya 630 kg cukup bagi satu orang bernapas dalam waktu dua tahun.

Dengan begitu regolith sedalam 10 meter yang mengandung oksigen cukup memenuhi hampir 8 miliar orang di Bumi. Jangka waktunya pun mampu hingga 100 ribu tahun.

Sebenarnya atmosfer Bulan cukup tipis, jadi tidak memiliki cukup oksigen. Di sana hanya terdiri dari bahan lainnya yakni gas hidrogen, neon dan argon.

Namun batuan dasar di Bulan mengandung oksigen yang cukup. Oksigen tidak berbentuk gas itu, berada diantara batu dan debu halus pada permukaan.

Lembaga antariksa sendiri berusaha untuk mempelajari oksigen di Bulan. NASA dan Badan Antariksa Australia telah menandatangani kesepakatan mengirimkan kendaraan rover di bawah program Artemis.

Proyek tersebut akan mengumpulkan sampel batuan Bulan. Dengan begitu kedua lembaga dapat belajar cara mengekstraksi oksigen.

Program Artemis disiapkan NASA sebagai misi pendaratan manusia di Bulan.

Ilmuwan juga mencatat pengembangan reaktor eksperimental untuk meningkatkan proses pembuatan oksigen melalui elektrolisis oleh perusahaan rintisan Belgia.

Teknologi baru dapat dikirim ke Bulan pada tahun 2025 sebagai bagian dari misi pemanfaatan sumber daya Badan Antariksa Eropa. (ace)