Fakta dan Penjelasan Kenapa Salju Turun di Arab Saudi di Hari Pertama 2022

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Butiran-butiran salju turun di sebuah bukti wilayah Tabuk, Arab Saudi pada Sabtu (1/1/2022). Jelas fenomena ini membuat warga berbondong-bondong mengunjungi bukit bernama Jabal Al-Lawz.
Mereka datang untuk melihat langsung butiran-butiran salju tersebut. Maklum, iklim di wilayah Arab Saudi selama ini terkenal panas dan tandus.
Dikutip The National News, Jabal Al-Lawz merupakan bukit di barat laut Arab Saudi dekat perbatasan Yordania di provinsi Tabuk, sekitar 200 kilometer barat laut kota Tabuk.
Fenomena itu membuat para petugas keamanan pada Minggu (2/2/2022) menutup jalan menuju ke daerah itu setelah ribuan pengunjung tiba untuk menikmati pemandangan salju sehari sebelumnya.
Pertahanan Sipil Arab Saudi juga mendesak pengunjung dan penduduk Tabuk untuk waspada di tengah jarak pandang tebatas dan kemungkinan hujan lebat serta guntur.
Meski demikian diketahui salju yang turun di hari pertama 2022 itu bukan kali pertama terjadi di wilayah Tabuk. Sebelumnya pada 18 Februari 2021 lalu salju juga turun di wilayah ini.
Fenomena ini tidak terjadi begitu saja. Penyebab salju bisa turun karena letak geografis bukit Jabal al-Lawz. Jabal al-Lawz berada di ketinggian 750 meter dan berjarak sekitar 193 kilometer dari Laut Merah.
Letak geografis ini mempengaruhi cuaca di Tabuk saat musim panas dan musim dingin. Untuk musim panas berlangsung selama 4,4 bulan, dari 20 Mei sampai 1 Oktober.
Sedangkan musim dingin berlangsung selama 2,9 bulan, dari 29 November sampai 25 Februari dengan suhu tertinggi harian rata-rata di bawah 22 derajat celcius.
Waktu paling dingin dalam setahun di Tabuk adalah bulan Januari, dengan rata-rata suhu terendah 5 derajat celcius dan tertinggi 18 derajat celcius. Bahkan di waktu-waktu tertentu bisa mencapai di bawah 0 derajat celcius.
Suhu di bawah 0 derajat celcius, terutama ketika malam hari, itu yang membuat cuaca di Jabal al-Jawz bisa berubah menjadi salju.
Adapun suhu minimum yang tercatat di wilayah utara Arab Saudi yang berbatasan dengan Yordania, termasuk Tabuk, adalah -12 derajat celcius, terjadi pada tahun 1950. Ketika itu turun hujan salju yang signifikan dan ketebalan salju sekitar 1 inci atau 2,6 cm.
Namun sejak 1950 itu salju tak pernah turun lagi di wilayah tersebut, sebelum akhirnya fenomena itu kembali terjadi pada 14 Februari 2016. Dilanjut pada 18 Februari 2021, dan terakhir pada 1 Januari 2022. (ace)
