Fenomena Unik USG: Bayi Senyum Ibu Makan Wortel, Cemberut Pas Konsumsi Kangkung

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
1 Oktober 2022 19:24
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)
ADVERTISEMENT
Hasil Ultrasonografi (USG) baru-baru ini menemukan bahwa bayi ternyata suka wortel tapi tidak dengan sayuran-sayuran hijau seperti kangkung. Hal tersebut dapat terlihat dari ekspresi wajah si bayi di foto hasil USG.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari Sciencealert, studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Durham University di Inggris. Disebutkan, bukti pertama adalah bayi bereaksi secara berbeda untuk berbagai bau-bauan dan rasa sebelum mereka lahir.
Tim ilmuwan kemudian mempelajari pemindaian ultrasound 4D dari 100 perempuan hamil. Dari sana, mereka menemukan bahwa bayi yang terpapar sayuran wortel memperlihatkan respons "wajah tertawa".
Sementara ibu hamil yang memakan sayuran hijau, seperti kale atau kangkung, mendapat hasil sebaliknya: bayi memperlihatkan wajah menangis.
USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)
Ilmuwan pascasarjana pemimpin penelitian, Beyza Ustun, menyebutkan bahwa sejumlah riset membuktikan bayi sudah bisa merasakan dan mencium sejak di dalam rahim. Namun, penelitian-penelitian itu berdasar hasil pascakelahiran.
“Sementara penelitian kami adalah yang pertama kali melihat reaksi sebelum lahir,” kata Ustun.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, peneliti menilai paparan berulang terhadap rasa semasa dalam kandungan bisa membantu menetapkan preferensi anak setelah lahir. Hal tersebut juga dinilai akan penting nantinya agar anak tidak pilih-pilih makanan.
"Potensi untuk menghindari rewel makanan saat menyapih," ujar Ustun.
Seperti yang diketahui, manusia merasakan makanan menggunakan kombinasi indera pengecap dan penciuman. Sementara dalam rahim, diduga terjadi melalui menghirup dan menelan cairan ketuban.
USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)
Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Psychological Science oleh ilmuwan dari Durham's Fetal and Neonatal Research Lab dan Aston University di Birmingham. Tim dari National Center for Scientific Research di Burgundy, Prancis, juga terlibat dalam penelitian itu.
Para peneliti percaya penemuan itu dapat memperdalam pemahaman terhadap perkembangan indera pengecap dan penciuman, juga terhadap persepsi dan ingatan.
ADVERTISEMENT
Salah satu peneliti, Jackie Blissett selaku profesor dari Aston University mengatakan bahwa paparan rasa prakelahiran secara berulang dapat menyebabkan preferensi rasa yang dialami usai melahirkan.
"Dengan kata lain, mengenalkan janin pada rasa yang kurang 'disukai' seperti kangkung, mungkin bisa bikin mereka terbiasa,” kata Blissett.
Disampaikan Blissett, langkah penelitian berikutnya adalah melihat respons negatif janin terhadap kangkung. Apakah kian berubah seiring berjalannya waktu? Atau justru jadi diterima dengan baik ketika bayi mencicipinya setelah lahir. (bob)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020