Kisah Perjuangan Bayi Prematur Pemecah Rekor Dunia untuk Tetap Bertahan Hidup

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayi dari Alabama, Amerika Serikat ini dinobatkan sebagai bayi paling prematur di dunia yang bisa bertahan hidup. Anak laki-laki bernama Curtis Means itu terlahir dengan bobot kurang dari 500 gram saat ibunya melahirkan di usia kandungan 21 minggu.
Dalam laporan BBC, Guinness World Records dan UAB Hospital mengumumkan bahwa Curtis yang beratnya hanya 420 gram saat lahir, membuat rekor baru.
Lahir prematur pada 5 Juli 2020, Curtis kini tumbuh sehat dan sudah berusia 16 bulan. Curtis punya saudara kembar yang tidak terselamatkan setelah lahir.
Normalnya, kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Bayi akan disebut berat badan lahir rendah jika terlahir dengan bobot kurang dari 2,5 kg.
Ibunya, Michelle Butler, dilarikan ke rumah sakit pada malam hari pada 4 Juli 2020 di Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Keesokan harinya dia melahirkan anak kembar, yang diberi nama Curtis dan C'Asya. Namun, salah satu anaknya, C'Asya meninggal sehari kemudian.
Dengan peluang bertahan hidup yang kurang dari satu persen, Curtis dapat bertahan dalam perawatan intensif. Dia dilepas dari ventilator setelah tiga bulan dan dipulangkan pada bulan April setelah 275 hari berada di rumah sakit.
Namun, karena kondisinya, terapis harus membantunya belajar bernapas dan menggunakan mulutnya untuk makan. Curtis yang memiliki tiga kakak laki-laki, masih membutuhkan oksigen tambahan dan selang makanan, tetapi dokter mengatakan bahwa dia dalam keadaan sehat.
Dr. Brian Sims, ahli neonatologi Universitas Alabama di Birmingham yang mengawasi persalinan, mengatakan sudah menjadi dokter selama lebih dari 20 tahun, tetapi belum pernah melihat bayi semuda dan sekuat Curtis.
Sebelumnya rekor bayi paling prematur dipegang oleh bayi Wisconsin Richard Hutchinson, yang lahir hanya sebulan sebelumnya pada 21 minggu lebih dua hari. Sebelum Richard, rekor itu tak pernah terpecahkan selama 34 tahun yang dipegang oleh bayi laki-laki yang lahir di Ottawa, Kanada, pada usia 21 minggu dan lima hari. (ace)
