Konten dari Pengguna

Meski Tertembak, Merpati Pembawa Pesan Ini Selamatkan 194 Tentara Perang Dunia

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cher Ami. Foto Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Cher Ami. Foto Istimewa

Perang Dunia I telah meningkatkan kreatifitas negara-negara yang terlibat. Selain komunikasi radio dan telepon satelit, beberapa negara menggunakan burung merpati untuk mengirim pesan kepada prajurit di medan perang.

Burung merpati memang sudah sejak lama mampu dilatih untuk membawa pesan kepada si penerima. Karena itu burung merpati menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan dalam Perang Dunia I.

Cher Ami salah satunya. Burung ini didonasikan oleh peternak merpati dari Britania untuk digunakan oleh U.S. Army Signal Corps (USASC) di Prancis, sebagaimana dikutip dari American History.

Cher Ami berasal dari bahasa Prancis, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti "dear friend" (kepada teman). Cher Ami menjadi sangat terkenal setelah aksinya berhasil menyampaikan pesan dari Lost Batallion pada Oktober 1918. Padahal dia mengalami beberapa luka setelah sampai.

Cher Ami. Foto Istimewa

Diketahui, Cher Ami dalam perjalanannya mendapat beberapa tembakan dari tentara Jerman yang mengetahuinya. Cher Ami menderita luka tembak di kaki kanan dan mata kanannya.

Pesan yang dia bawa berisi "We are along the road parallel to 276.4. Our own artillery is dropping a barrage directly on us. For heavens sake stop it." dari Mayor Charles White Whittlesey.

Pesan itu dikirim karena lebih dari 550 tentara terjebak di tengah lokasi peperangan tanpa makanan dan amunisi. Bahkan mereka menerima serangan dari tentara sendiri akibat lokasinya yang tidak diketahui.

Akibat aksi heroik tersebut, Cher Ami berhasil menyelamatkan 194 jiwa. Tidak hanya itu saja, atas jasanya ia juga menerima medali Croix de guerre 1914–1918 dari Prancis setelah berhasil menyampaikan 12 pesan penting di Verdun.

embed from external kumparan

Sayangnya Cher Ami menemui ajal pada pada 13 Juni 1919 di Fort Monmouth, New Jersey. Ia mati karena sakit akibat luka-luka yang dia terima selama bertugas di medan pertempuran pada Perang Dunia I.

Diketahui, luka pada Cher Ami selama masih hidup terdapat di kaki kanannya sehingga dia hanya punya satu kaki. Kemudian kerusakan pada mata kanannya, serta luka di dada.

Kisah Cher Ami ini mendapat perhatian dari publik setelah diposting oleh akun @kakaktuanews di Instagram. Banyak warganet menyukai postingan tersebut. (ace)