Sembari Menunggu Pendonor, Kisah Pemuda Hidup Hampir 2 Tahun Tanpa Jantung

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
27 Januari 2022 13:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pria muda bernama Stan Larkin selama 555 hari hidup tanpa jantung di tubuhnya. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Pria muda bernama Stan Larkin selama 555 hari hidup tanpa jantung di tubuhnya. Foto: istimewa.
ADVERTISEMENT
Jantung merupakan salah satu organ paling vital pada hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh untuk membuat seluruh sistem dan organ lain tetap bekerja dengan baik.
ADVERTISEMENT
Karena itu, sama seperti otak, fungsi jantung sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Namun adakah manusia yang mampu bertahan hidup tanpa jantung? Jawabannya ada.
Pria muda asal Michigan, Amerika Serikat bernama Stan Larkin membuktikan bahwa dia bisa hidup tanpa jantung.
Dikutip dari India Times, Stan mampu tetap hidup berkat perkembangan teknologi. Dia berhasil hidup normal selama 555 hari atau hampir dua tahun tanpa jantung di tubuhnya.
Semua bermula ketika jantungnya mengalami masalah dan dia harus menjalani operasi pengangkatan pada medio 2014 silam. Sampai saat operasi dilakukan tim dokter menggantinya dengan jantung buatan karena belum ada pendonor jantung yang cocok baginya.
Jantung buatan itu merupakan sebuah perangkat bernama SyncArdia. Perangkat itu memiliki berat 13 pon dan harus digendong ke punggungnya setiap saat.
ADVERTISEMENT
Jantung buatan sementara ini digunakan ketika jantung gagal di kedua sisi. Tidak seperti alat jantung normal yang umumnya hanya menangani satu sisi jantung, alat ini dirancang untuk bekerja dengan keduanya.
Jadi setiap menit dan dalam keadaan apapun, alat itu berada di sebuah tas yang melekat di punggungnya. Terdapat sebuah selang yang menjulur dari tas tersebut dan terhubung ke bagian dalam tubuhnya.
Selama hampir dua tahun, Stan harus membawa-bawa alat tersebut dalam setiap kegiatannya. Termasuk ketika berolahraga.
Stan baru mendapat pendonor jantung yang cocok pada 2016. Dia yang berusia 25 tahun saat itu kemudian menjalani operasi kembali untuk mencangkokkan jantung donor tersebut.
Sejatinya, di keluarganya bukan hanya Stan yang mengalami masalah jantung. Kakak Stan, Dominique, juga menjalani transplantasi pada tahun 2015.
ADVERTISEMENT
Sementara saudara-saudaranya yang lain juga menderita kardiomiopati familial, yaitu sejenis gagal jantung yang dapat menyerang tanpa peringatan, bahkan pada orang yang paling sehat sekalipun.
Kisah Stan ini kemudian diunggah oleh akun @catatanunik di Instagram dan mendapat respons beragam dari warganet.
"Setelah Kalian Melihat postingan ini sudahkah Kalian bersyukur?."
"Kalo tidur gimana?."
"Subhanallah Subhanallah Subhanallah." (ace)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020