Konten Media Partner

2 Jemaah Haji Bangkalan Meninggal di Pesawat, PPIH Surabaya Ungkap Kronologinya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Sugiyo. Foto: Humas Kemenag Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Sugiyo. Foto: Humas Kemenag Jatim

Kloter SUB-29 mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda pada Jumat (20/6) subuh. Rasa haru dan syukur karena telah tiba di tanah air bercampur dengan rasa duka cita karena kurang lebih satu jam sebelum pesawat mendarat, ada dua jemaah haji kloter tersebut yang meninggal di pesawat.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Sugiyo mengungkapkan, dua jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan tersebut meninggal dalam waktu yang berdekatan.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Dua jemaah haji koter 29 asal Bangkalan, dua-duanya perempuan. Pertama, Mukatin Wakimin Samin, berumur 68 tahun dan Salimah Deman Sadih berumur 88 tahun. Hj. Mukatin meninggal terlebih dahulu yakni sekitar pukul 03.55 WIB, sedangkan Hj Salimah meninggal pada pukul 04.00 WIB,” terang Sugiyo, Sabtu (21/6).

Lebih lanjut, Sugiyo menerangkan Mukatin meninggal terlebih dahulu dikarenakan hipertensi yang kemudian tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal. Sedangkan, Salimah yang duduk tidak jauh dari Mukatin, merasa shock hingga dinyatakan juga meninggal.

Ia menerangkan, setelah pesawat mendarat, dua jenazah dibawa dua mobil ambulans menuju RS Haji Surabaya. Setelah dilakukan serangkaian proses di sana, jenazah segera di antar pulang ke rumah masing-masing di Bangkalan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, jenazah sudah dimakamkan pada Jumat pukul 13.00 WIB,” terang pria kelahiran Madiun ini.

Sugiyo menjelaskan bagi jemaah yang meninggal di pesawat, akan menerima dua asuransi, yakni asuransi jiwa sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sesuai dengan besaran setiap embarkasi haji dan asuransi tambahan atau extra cover dari pihak maskapai penerbangan sebesar 125 juta rupiah.