Konten Media Partner

2 Kali Teror Bom di Pesawat Jemaah Haji, Debarkasi Surabaya Sampaikan Pesan Ini

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Sugiyo. Foto: Humas Kemenag Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Sugiyo. Foto: Humas Kemenag Jatim

Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Sugiyo, menyampaikan para jemaah haji kelompok terbang (kloter) SUB-33 asal Kabupaten Jember yang menjadi korban teror bom di pesawat, tidak menunjukkan raut wajah sedih atau perasaan trauma. Mereka semua tampak bahagia karena telah kembali ke kampung halaman.

“Tidak ada yang trauma. Para jemaah justru merasa senang karena sambutan dari pihak Saudia Airlines dan Gubernur Sumut sangat luar biasa. Mereka dijamu dan menginap di hotel dengan sangat baik. Ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka,” ujar Sugiyo, dalam keterangannya seperti dikutip Basra, Senin (23/6).

PPIH Debarkasi Surabaya juga mengimbau kepada seluruh jemaah haji yang masih dalam proses pemulangan untuk tetap tenang dan tidak khawatir. Ancaman bom yang sempat mengganggu penerbangan tersebut telah ditangani dengan serius oleh aparat keamanan, dan hingga kini belum terbukti kebenarannya.

“Insya Allah seluruh proses pemulangan berada dalam penanganan pemerintah yang baik dan aman,” tambah Sugiyo.

Dia menjelaskan, dari dua ancaman bom terakhir tidak terbukti kebenarannya dan saat ini terkait masalah itu sedang ditangani oleh pemerintah.

Sugiyo mengimbau para keluarga jemaah haji untuk tetap tenang dan tidak khawatir.

Sebelumnya, dilaporkan dua pesawat Saudia Airlines tujuan Indonesia harus mendarat darurat akibat mendapat ancaman bom. Pertama, pesawat dengan nomor penerbangan SV-5276 mendapat ancaman bom dikirimkan oleh orang tidak dikenal melalui surat elektronik pada Selasa (17/6) pukul 07.30 WIB.

Kemudian pada Sabtu (21/6) pagi, pesawat Saudia Airlines yang membawa 376 jemaah haji tujuan Bandara internasional Juanda Surabaya, juga mendarat darurat di Bandara Kualanamu akibat adanya ancaman bom.