20 ribu Mahasiswa Jurusan Kesehatan Gagal Wisuda Setiap Tahunnya
·waktu baca 2 menit

Di masa pandemi saat ini, peran lulusan kesehatan sangat diperlukan di masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.
Sayangnya, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, terdapat sekitar 20 ribu mahasiswa jurusan kesehatan se-Indonesia yang gagal wisuda setiap periode UKOM (Uji Kompetensi) digelar.
UKOM sendiri mirip dengan Ujian Nasional di tingkat sekolah. Mahasiswa yang tidak lulus UKOM ini belum bisa dinyatakan lulus dari kampus.
Direktur (CMO) SEVIMA Ridho Irawan mengatakan, angka tersebut didapat dari data Ditjen Dikti bahwa setiap periode UKOM di tahun 2019, terdapat 40 - 60 ribu mahasiswa yang ikut sebagai peserta, dan setiap periode UKOM memiliki tingkat kelulusan antara 60 - 64 persen.
"Artinya, ada 20 ribu mahasiswa kesehatan yang gagal lulus hanya karena UKOM. Padahal mereka sudah kuliah bertahun-tahun dengan tenaga dan uang yang tidak sedikit. Pengabdian mereka setelah lulus juga sangat dibutuhkan untuk menangani Pandemi COVID-19 ini,” kata Ridho dalam Webinar bersama 900 pimpinan kampus kesehatan se-Indonesia, Kamis (18/11).
Lantas kenapa mahasiswa kesehatan bisa tidak lulus UKOM?
Menjawab hal itu, Budi Susatia selaku Ketua Asosiasi Poltekkes se-Indonesia (APKESI) mengungkapkan, setidaknya ada tiga masalah yang menghadang kelulusan para mahasiswa kesehatan dalam UKOM.
Pertama, mahasiswa belum menguasai materi sehingga dinyatakan tidak lulus. Kedua, ketika kampus mendaftarkan mahasiswa mengikuti UKOM, ada mahasiswa yang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena datanya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) tidak ada atau tidak lengkap.
"Dan ketiga, data yang tidak lengkap membuat ijazah (Penomoran Ijazah Nasional) tidak bisa diterbitkan," ungkapnya.
Budi menyebut, akibat dari ketidaklulusan UKOM bisa fatal. Pasalnya, mahasiswa yang tidak lulus UKOM harus mengikuti ulang ujian di tahun berikutnya. "Artinya, wisuda juga akan tertunda sampai berikutnya," ucapnya.
Selain itu, ketika jumlah mahasiswa yang tidak lulus UKOM cukup banyak, nama kampus juga bisa menjadi buruk. Karena dianggap kampus tidak bisa mendidik para mahasiswanya dengan baik.
“(Jika tidak lulus UKOM, maka mahasiswa) menambah lagi kuliah selama satu tahun. Untuk mengikuti retake (ujian ulang). Bahkan berdasarkan pengalaman kami, mereka yang mengulang ujian, punya kecenderungan untuk gagal lagi di kesempatan kedua dan ketiga. Karena mereka sudah lelah, minder, motivasinya nggak ada,” pungkasnya.
