Konten Media Partner

Ada 4 Ribu Pekerja Mal Belum Vaksin, APPBI Jatim: Antigen Terus, Duit dari Mana?

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua APPBI Jawa Timur Sutandi Purnomosidi. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ketua APPBI Jawa Timur Sutandi Purnomosidi. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Pemerintah Pusat telah mengizinkan mal dan pusat perbelanjaan untuk kembali beroperasi selama masa uji coba di tengah perpanjangan PPKM.

Di Surabaya sendiri, setidaknya sudah ada 24 mal yang kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Meski demikian, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur meminta alokasi vaksinasi COVID-19 bagi para pekerja mal.

Ketua APPBI Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengatakan, jika masih ada sekitar 4 ribu pekerja mal di Surabaya yang terdiri dari penjaga stan hingga pegawai kebersihan yang belum divaksin.

"Ada tenant mengeluh, pak pekerja saya komorbid, ada juga yang belum tervaksin. Sebenarnya mereka bisa masuk mal dengen menunjukkan antigen negatif, tapi itu berlaku sehari. Nah kalau setiap hari mereka (pekerja mal) harus tes antigen kan kasihan, duit dari mana? Rp 150 ribu per-hari antigen, duit dari mana?," kata Sutandi, Rabu (11/8).

Sutandi menyebut, jika sudah sebulan terakhir para pekerja mal tidak bekerja atau di rumahkan dan tidak memiliki penghasilan.

Untuk itu, Ia meminta kepada pemerintah daerah agar memberikan alokasi vaksin khusus bagi para pekerja mal.

"Kita minta, Ibu Gubernur yang berwenang mendistribusikan dosis vaksin untuk turut membantu percepatan vaksin di mal. Kami siapkan tempatnya, nakesnya. Karena masih banyak pekerja mal yang belum tervaksin," ucapnya.

Diketahui, pada April 2021, APPBI bekerja sama dengan Pemkot Surabaya menggelar vaksinasi COVID-19 untuk 55 ribu pekerja mal di Surabaya.