Aiko Hananta, Siswa SD di Surabaya yang Ubah Sampah Botol Jadi Rupiah

Botol plastik sekali pakai nyatanya masih jadi sampah terbanyak di bumi ini. Mikaela Aiko Hananta, siswa kelas 5 SDK Cita Hati Surabaya ingin jadi agen perubahan cilik. Di tangannya, sampah botol plastik bisa diolah jadi berbagai kerajinan tangan yang keren.
Awal mula Aiko mengolah limbah botol plastik setelah melihat tayangan di YouTube adanya biota laut yang tersiksa karena botol plastik. Hal ini menyentuh hati Aiko.
"Saya lihat ada paus yang mati karena menelan sampah plastik, ikan yang terjebak dalam botol plastik, kura-kura yang terjerat plastik. Mereka banyak yang mati gara-gara sampah plastik. Oleh karena itu, saya tergerak untuk mengolah sampah plastik menjadi barang-barang yang berguna," jelas Aiko kepada Basra, Senin (16/12).
Aiko lalu mencari cara mengolah botol plastik bekas. Belajar dari tayangan YouTube, Aiko mulai berkreasi membuat kerajinan dari botol plastik. Berbagai benda ia buat, seperti tutup botol yang dikreasikan menjadi tempat serba guna, jepit rambut, anting-anting, kalung, dan bandana.
Ada pula bagian badan botol bekas yang dibuat menjadi kotak pensil dengan hiasan pita dan mutiara, serta beragam benda olahan daur ulang lainnya.
"Awalnya saya lihat di YouTube cara bikinnya kemudian saya kembangkan sendiri," kata Aiko.
Sudah setahun ini Aiko aktif mengolah botol plastik bekas menjadi barang bernilai. Dalam seminggu ia mampu membuat sekitar 70 sampai 80 produk kerajinan dari botol plastik. Saking banyaknya produk kerajinan yang dibuat, Aiko lantas menjualnya secara online. Harga yang dipatok dari setiap produk milik Aiko berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
Untuk botol bekas sebagai bahan dasar kerajinan, Aiko mengaku sama sekali tidak membelinya. Aiko mencari botol bekas di tempat-tempat umum, mulai dari kompleks perumahan, tempat perbelanjaan, rumah makan, hingga tempat-tempat umum lainnya. Aiko juga tak malu mendatangi tetangganya untuk minta botol plastik yang sudah tidak dipakai.
Selain aktif mengolah limbah botol plastik, finalis Putri Lingkungan Hidup 2019 ini giat mengadakan sosialisasi.
Beberapa tempat pernah ia kunjungi untuk sosialisasi tentang kepedulian pada lingkungan, di antaranya kompleks Makam Rangkah, Yayasan Pondok Kasih, SMPN 1 Surabaya, SDN Sidotopo 2 Surabaya, dan taman kota.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Aiko memberikan pemahaman dan mengajarkan membuat produk-produk daur ulang dari limbah botol plastik.
Aiko juga aktif membuat video kampanye lingkungan dan diunggah ke media sosialnya. Ia menyakini jika langkah kecil yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi lingkungan.
"Kalau bukan kita, siapa yang akan menjaga bumi? Kalau lingkungan rusak, kita juga yang rugi," tukasnya.
