Konten Media Partner

Aksi Komunitas Nol Sampah Menyiapkan Diri Bebas Kemasan Plastik di 2030

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi World Refill Day 2025 di Car Free Day Raya Darmo Surabaya (15/6). Foto dan naskah : Dipta Wahyu / BASRA
zoom-in-whitePerbesar
Aksi World Refill Day 2025 di Car Free Day Raya Darmo Surabaya (15/6). Foto dan naskah : Dipta Wahyu / BASRA

Problematika sampah masih menjadi momok besar di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk mengatasi masalah sampah plastik yang perlu waktu ratusan tahun untuk mengurainya, Komunitas Nol Sampah Surabaya menggelar aksi simpatik dalam rangka memperingati World Refill Day 2025 di Car Free Day Raya Darmo Surabaya.

Mereka mensosialisasikan penggunaan kemasan baru yang dapat digunakan secara terus menerus kepada warga. Komunitas Nol Sampah juga menyediakan isi ulang gratis cairan deterjen pembersih baju untuk rumah tangga dan air minum bersih yang dikemas dalam botol ukuran 100 ml.

Aksi ini sejalan dengan imbauan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menekankan bahwa pada tahun 2030 mendatang, Indonesia sudah bebas dari sampah plastik kemasan sekali pakai.

Hanie Ismail (berkaos biru memegang botol), Co Founder Nol Sampah Surabaya

“Kami ingin mengubah mindset tentang penggunaan plastik sekali pakai kepada masyarakat dan mungkin sebagian dari mereka masih terbiasa menggunakan produk kemasan sekali pakai tanpa mengerti dampaknya di beberapa tahun kedepan. Problem sampah plastik di Surabaya masih tinggi dan berserakan dimana-mana. Pastinya habitat lingkungan yang tercemar tidak akan menjadi baik dan kegiatan World Refill Day ini merupakan langkah awal meneruskan program bebas plastik kemasan sekali pakai di tahun 2030,” ujar Hanie Ismail, Co-Founder Nol Sampah Surabaya.

Kegiatan tersebut menyita perhatian Husnul Muchtarijah yang merupakan pensiunan guru SMAN 9 Surabaya yang sempat menjadi Eco Teacher mempunyai program lingkungan terkait sampah plastik yang diterapkan kepada siswa siswinya.

“Kepedulian terhadap penanganan sampah itu penting. Saya dulu sempat menjadi pembimbing di sekolah melalui program Eco Teacher yang selalu saya tekankan kepada murid adalah pentingnya menjaga lingkungan melalui hal yang mendasar, seperti membuang sampah dan mengolahnya. Tumpukan sampah di Benowo sudah menumpuk seperti gunung, pastinya sampah plastik juga tinggi disana. Oleh karena itu, proses pendaur ulangan perlu kita kelola dengan baik untuk mengurangi tumpukan sampah disana,” ujarnya saat berolahraga bersama keluarga di Car Free Day

Saat ini sejumlah produk kebutuhan rumah tangga sudah melakukan sosialisasi kepada warga melalui program Bank Sampah yang terdapat disetiap wilayah RT atau RW di Surabaya. Mereka juga memiliki program refill kemasan botol yang dapat digunakan terus menerus yang ramah lingkungan dengan harga terjangkau. (Dipta Wahyu)