Konten Media Partner

Anak Batuk Pilek Dua Bulan Sekali Masih Lumrah di Kondisi Ini

24 Agustus 2022 10:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi anak batuk. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak batuk. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Batuk pilek merupakan keluhan yang sering menimpa anak-anak. Dokter spesialis anak dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) mengatakan untuk kondisi saat ini tidak bisa digebyah uya (di samaratakan) setiap batuk pilek adalah gejala COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Batuk pilek pada anak banyak penyebabnya, bisa karena flu, karena bakteri juga bisa," ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Jatim ini, kepada Basra, Rabu (24/8).
Sjamsul mengatakan, saat anak batuk pilek hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk sementara waktu tidak masuk sekolah atau istirahat di rumah bagi anak-anak yang sudah masuk usai sekolah.
"Orang tua harus sadar juga, walaupun bukan COVID-19 tapi batuk pilek tetap menular," tegasnya.
Kedua, batuk pilek gejala COVID-19 atau infeksi berat lainnya pasti ada panas dan sakit di tenggorokan.
"Kalau ada panas tinggi dan sakit tenggorokan, orang tua patut waspada. Bisa COVID-19 atau bisa karena bakteri. Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu terkait seringnya anak mengalami batuk pilek, Sjamsul mengatakan selama anak tidak memiliki riwayat penyakit seperti alergi, TBC, dan kain sebagainya, maka batuk pilek dua bulan sekali menjadi hal yang lumrah.
"Batuk pilek dua bulan sekali ya ndak papa asal tidak sesak napas. Kecuali kalau sebulan dua atau tiga kali ya itu harus diwaspadai, perlu pemeriksaan lebih lengkap lagi," tandasnya.
Adapun penanganan secara tepat pada anak yang mengalami batuk pilek, Sjamsul mengatakan orang tua bisa membeli obat batuk yang banyak dijual di pasaran. Namun jika dalam rentang 2 hari tak membaik maka sebaiknya anak dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Jangan nunggu sampai 1 Minggu ya, kasihan anak. Yang penting adalah asalkan frekuensi napas anak tidak cepat saat batuk pilek, tidak ada suara ngik-ngik atau sampai batuk yang grok-grok, itu masih bisa rawat jalan. Paling baik ya bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sedangkan untuk menjaga daya tubuh anak ketika terkena batuk pilek, Sjamsul menekankan pentingnya asupan 4 sehat 5 sempurna.
"Dan tambahan zinc pada anak. Kalau bayi kan ada yang berupa tetes, untuk anak-anak bisa dalam bentuk sirup," ujarnya.