Konten Media Partner

Anak Muda Enggan Jadi Petani, Regenerasi Petani di Indonesia Terancam

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suwono, salah satu petani asal Sidoarjo, saat berbincang dengan Asrilia Kurniati, founder IPIP sekaligus Ketua PPJI Kota Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Suwono, salah satu petani asal Sidoarjo, saat berbincang dengan Asrilia Kurniati, founder IPIP sekaligus Ketua PPJI Kota Surabaya. Foto: Masruroh/Basra

Banyak anak muda enggan menjadi petani. Mereka melihat sektor pertanian sebagai pekerjaan yang berat, kurang menguntungkan, dan tidak bergengsi. Hal ini seperti diungkapkan Suwono, salah seorang petani di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Banyak (anak muda) yang nggak mau jadi petani, maunya mereka kerja jadi pegawai saja seperti di kantor gitu," ujar pria berusia 70 tahun ini, saat ditemui Basra, disela acara nonton bareng film 'Seribu Bayang Purnama' yang digelar Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) bekerja sama dengan Perkumpulan Penylenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya, Selasa (8/7).

Kakek 12 cucu itu lantas mencontohkan apa yang dialami di keluarganya. Dari 5 anak yang dimiliki, tak satu pun yang mau meneruskan profesinya sebagai seorang petani.

"Anak saya 5 tapi semuanya nggak mau jadi petani," tutur Suwono.

Senada dengan Suwono, Ikhsan, petani lainnya juga mengatakan jika saat ini tidak banyak anak muda yang mau bekerja sebagai petani.

"Ya mereka (anak muda) nggak mau (jadi petani). Menjual hasil panen sangat susah, apalagi perawatan (padi) juga tidak gampang, butuh ketelatenan," kata Ikhsan.

Dijumpai dalam kesempatan yang sama Asrilia Kurniati, founder IPIP sekaligus Ketua PPJI Kota Surabaya, tak menampik jika petani di Indonesia saat ini menghadapi masalah regenerasi. Maka dari itu pihaknya selalu berupaya membantu apa yang dibutuhkan petani.

"Misalnya dari kami (pengusaha jasa boga) membeli beras langsung dari petani untuk kebutuhan katering. Itu selalu kami lakukan," ujar Asrilia.

Asrilia berharap dengan adanya nobar film 'Seribu Bayang Purnama' dapat lebih menggugah atau memotivasi keluarga para petani agar lebih semangat melakoni profesi ini.

"Film 'Seribu Bayang Purnama' ini kan kisah nyata tentang anak petani. Semoga bisa lebih menginspirasi para petani untuk lebih semangat bekerja," tandasnya.