Anak Muda Suka Jajan, Parahita Sediakan Pemeriksaan Lab Paket Doyan Jajan
·waktu baca 2 menit

Kebiasaan anak muda sekarang adalah ngemil makanan dan minuman tertentu. Sejumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi ini cenderung manis dan juga berjenis junk food. Kebiasaan makan seperti ini pun berimbas pada kesehatan, yakni lemak darah tinggi dan juga gula darahnya yang juga tinggi.
"Habit atau kebiasaan yang paling banyak menimbulkan masalah pada kesehatan adalah dari makanan," ujar Mizan Sulthon, Direktur Parahita Diagnostic Center, kepada Basra, Selasa (22/8).
"Nah ketika mereka menjalani pemeriksaan kesehatan maka paling banyak masalah yang muncul adalah lemak darahnya tinggi dan juga gula darahnya yang tinggi," imbuhnya.
Mizan menjelaskan pihaknya mempunyai layanan pemeriksaan kesehatan berbasis gaya hidup. Layanan kesehatan ini sangat cocok untuk anak muda sekarang.
"Jadi ketika ada anak muda yang datang ke kami untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kami pasti menanyakan bagaimana kebiasaan mereka sehari-hari. Apakah mereka suka nongkrong, suka begadang, atau bagaimana? Jadi kebiasaan hariannya apa, itu yang akan berisiko mempengaruhi kesehatan," jelasnya.
"Dengan kita melakukan pemeriksaan kesehatan, kita jadi aware dengan kondisi kesehatan kita dan harus mengambil langkah bagaimana ke depannya. Misalnya dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa gula darahnya tinggi, tensinya juga cenderung tinggi, kita jadi bisa mengubah gaya hidup kita yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan itu," tuturnya lagi.
Mizan mengakui masih banyaknya orang yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini karena takut mengetahui hasilnya. Padahal dengan diketahui hasilnya maka akan diketahui pula kondisi tubuhnya.
Mizan menuturkan pihaknya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dengan harga sesuai kantong anak muda. Misalnya paket pemeriksaan kesehatan doyan jajan di harga Rp 180 ribuan.
Paket doyan jajan yang ditawarkan Parahita Diagnostic Center ini terdiri dari pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan gula darah puasa, kolesterol total, asam urat, dan BMI. BMI adalah perkiraan lemak tubuh yang didasarkan pada tinggi dan berat badan. Dengan melakukan perhitungan BMI, seseorang dapat memperkirakan apakah berat badan yang dimiliki sudah tergolong normal, kurus (underweight), atau obesitas (overweight).
"Cek kesehatan tidak perlu setiap bulan, idealnya setahun sekali. Bisa lah menyisihkan uang jajannya, nonton bioskop dengan harga tiket sekitar Rp 40 ribu saja mampu, masak menyisihkan uang untuk periksa kesehatan enggak bisa, padahal manfaatnya sangat banyak," tandasnya.
