Konten Media Partner

Anak Sering Kabur dari Rumah, Kenali Penyebabnya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya Saiful Bachri. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya Saiful Bachri. Foto: Masruroh/Basra

Salah satu mimpi buruk bagi orang tua saat ini adalah sang buah hati yang sering kabur dari rumah. Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya Saiful Bachri mengungkapkan penyebab seringnya anak kabur dari rumah.

"Karena tidak ada lagi kenyamanan di rumah. Anak lebih nyaman bersama teman-temannya, sehingga pepatah yang mengatakan 'Rumahku adalah Surgaku' sepertinya sudah tidak berlaku lagi saat ini," ujarnya saat dihubungi Basra, Senin (17/7).

Saiful melanjutkan, menginjak usia remaja, terdapat perubahan pada fisik dan mentalnya. Ada kalanya, anak merasa tak mau dikekang dengan aturan yang menurutnya tak sejalan dengan keinginannya.

Kondisi tersebut kian diperparah dengan tak adanya komunikasi yang berlangsung dengan baik antara anak dan orang tua.

"Ada kesenjangan komunikasi antara anak dengan orang tua. Apalagi untuk generasi Alfa atau generasi gadget di mana anak lebih melek teknologi dibandingkan orang tuanya," jelasnya.

Menyikapi fenomena banyaknya remaja putri yang pergi dari rumah, remaja putri yang menjadi korban pelecehan seksual yang berujung pada kehamilan, Saiful menegaskan jika hal ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun lembaga terkait termasuk masyarakat dan juga orang tua," tukasnya.

Saiful melanjutkan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki data terkait remaja putri yang kabur dari rumah.

"Kalau di Surabaya belum ada pelaporan yang masuk di kita. Karena banyak masyarakat yang tidak mau bercerita, menyatakan hal ini sebagai aib. Dan ini menjadi permasalahan sendiri," tandasnya.