Asrama Haji Siap Jadi Tempat Karantina Keluarga Pasien COVID-19

Asrama Haji Sukolilo Surabaya ditunjuk sebagai salah satu lokasi karantina bagi keluarga pasien COVID-19 maupun OTG (orang tanpa gejala) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Kepala UPT Asrama Haji Surabaya Sugianto menuturkan, jika sebelumnya pihaknya telah didatangi oleh pihak perwakilan Pemkot Surabaya untuk membahas mengenai skema karantina yang akan dilakukan di lokasi tersebut.
“Sebelum Bu Wali mengirimkan surat, kami sudah siap. Cuma kemarin sempat tertunda dan sekarang bisa segera direalisasikan," ucap Sugianto ketika ditemui di lokasi, Rabu (13/5).
Ia menegaskan, jika orang yang dikarantina di asrama haji bukanlah orang yang sakit, melainkan mereka yang terkena dampak.
"Perlu dicatat bahwa yang dikirim di sini (asrama haji) bukan yang sakit, tapi orang yang berdampak. Kalau satu keluarga kena satu orang, yang lainnya harus di isolasi di sini. Jadi jangan khawatir," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan dua gedung (gedung E1 dan E2) yang akan dijadikan untuk lokasi karantina. Dimana masing-masing gedung mempunyai kapasitas 24 kamar, dan satu kamar berisi 10 tempat tidur.
"Idealnya satu kamar satu orang. Tetapi apabila yang diisolasi adalah satu keluarga maka mereka bisa ditempatkan di kamar yang sama," jelasnya.
Bahkan pihaknya juga mengungkapkan telah menyiapkan gedung tambahan jika sewaktu-waktu jumlah orang yang dikarantina membludak.
"Mudah-mudahan tidak ada tambahan kamar. Tetapi kami sudah mengantisipasi jika dua gedung yang kita sediakan ini kurang, kami siapkan gedung lagi yang agak berjauhan tetapi dalam satu komplek asrama haji,” ungkapnya.
Sugianto menambahkan, jika gedung tersebut siap digunakan kapan saja karena persiapannya sudah 97 persen. Bahkan semua persiapan juga sudah mereka lakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Meski begitu, pihaknya juga melakukan perjanjian kepada Pemkot Surabaya jika asrama haji dapat digunakan asal tidak mengganggu operasional asrama haji.
“Batas waktu maksimalnya tanggal 10 Juni, karena tanggal 27 Juni itu operasional haji. Jadi 10 hari sebelum keberangkatan harus sudah dikosongkan atau sudah steril. Untuk menggunakan gedung ini juga, tidak dipungut biaya. Karena kita murni bantu program nasional yang digariskan presiden, bahwa asrama haji seluruh Indonesia siap dijadikan tempat isolasi,” pungkasnya.
