Konten Media Partner

Bagaimana Wajah Kawasan Kota Surabaya 30 Tahun Mendatang? Pameran Ini Jawabannya

12 November 2025 15:50 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bagaimana Wajah Kawasan Kota Surabaya 30 Tahun Mendatang? Pameran Ini Jawabannya
Pernah membayangkan bagaimana wajah kawasan Gubeng, Surabaya, 30 tahun mendatang? #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Seorang mahasiswa Architecture PCU saat menggunakan VR untuk melihat desain Gubeng 30 tahun ke depan.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang mahasiswa Architecture PCU saat menggunakan VR untuk melihat desain Gubeng 30 tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
Pernah membayangkan bagaimana wajah kawasan Gubeng, Surabaya, 30 tahun mendatang? Semua itu kini tersaji nyata dan imersif! Menggunakan pengalaman kecanggihan Augmented Reality (AR) di smartphone, pengunjung dapat menikmati viewnya secara riil dan interaktif.
ADVERTISEMENT
Kegiatan Studio Immersion ini merupakan bagian dari puncak kolaborasi selama satu semester antara Program Studi Architecture Petra Christian University (PCU) dan Silpakorn University, Thailand.
Pameran bertajuk “Projecting Cities: Surabaya and Bangkok”, digelar hingga 24 November 2025 di Gallery Gedung J, Kampus Petra Christian University.
Sejak bulan Juli 2025, sejumlah 71 mahasiswa Architecture Petra Christian University (PCU) dan 40 mahasiswa Silpakorn University, Thailand, saling bekerja sama membuat maha karya terbaik maket kawasan kota Surabaya 3 x 2 meter untuk daerah Gubeng dan kawasan Bangkok 1 x 2 meter untuk kota di Wongwian Yai, Khlong Ton Sai.
“Ini merupakan tahun keempat kita saling berkolaborasi dan berfokus pada kota berkelanjutan. Tiap tahunnya selalu ada hal baru untuk diteliti bersama. Antara lain dengan memanfaatkan teknologi, pengunjung cukup scan QR Code maka dapat langsung merasakan dan menjelajahi suasana. Sementara untuk kawasannya, kali ini sebuah kawasan di Surabaya yang memiliki potensial menjadi kawasan kesehatan dan komersial. Apalagi rencananya Pemerintah akan membuat LRT di sepanjang Kali Mas itu. Jadi mungkin ide desain ini bisa jadi referensi kedepannya,” kata Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D., selaku PIC acara, Rabu (12/11).
ADVERTISEMENT
Selama pameran, dengan hadirnya visualisasi VR ini memungkinkan pengunjung secara langsung 'berjalan-jalan' di tepi Sungai Kalimas yang telah direvitalisasi hingga melihat secara imersif konsep walkable city, city that cares, dan 15 minutes city yang diusung oleh mahasiswa.
Totalnya ada tujuh desain masterplan dengan total di dalamnya ada 72 maket bangunan. Proyeksi ini mencakup lingkungan yang kaya dengan hunian, area komersial, fasilitas kesehatan, dan ruang terbuka hijau yang terintegrasi.
Tak hanya pameran, karya ini juga dilombakan secara hybrid yang mendatangkan juri-juri internasional antara lain dari Chulalangkorn University (Thailand), Tunghai University (Taiwan) dan profesional urban designer yang juga merupakan Petranesian alumni.
Di Petra Christian University sendiri kegiatan ini masuk dalam mata kuliah Studio Merancang 7 untuk mahasiswa semester 7, sedangkan di Silpakorn University merupakan mahasiswa semester 8. Durasi para mahasiswa menyelesaikan karya ini selama 16 minggu. 10 minggu untuk diskusi dan enam minggu berikutnya untuk finalisasi.
ADVERTISEMENT
Kolaborasi dua negara menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Tantangannya antara lain saat site visit ke Bangkok terjadi gempa, kemudian saat mahasiswa Silpakorn University ke Surabaya terjadi demonstrasi sehingga pembelajaran pun sempat dilakukan secara online.
Meski penuh tantangan, kolaborasi ini membuktikan komitmen kedua kampus ingin mendidik arsitek masa depan yang mampu berpikir global, kreatif, dan berbasis teknologi untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan.
“Harapannya dengan adanya kolaborasi internasional yang sudah berjalan empat tahun berturut-turut ini akan memiliki dampak bagi arsitektur masa depan. Kami tidak hanya mendidik, tetapi juga mempersiapkan profesi arsitek yang cakap lintas negara serta mahir dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk menguatkan dan memvisualisasikan image yang dibayangkan arsitek," tutup Rully yang juga Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Petra Christian University.
ADVERTISEMENT