Belajar Tentang Indonesia, Siswa SAIM Terpana dengan Pemandian Air Soda di Sumut
ยทwaktu baca 2 menit

Indonesia dikenal sebagai negara kaya akan keaneka ragaman suku dan budayanya yang tersebar di 33 provinsi.
Dimana, masing-masing provinsi memiliki ciri khas serta keunikannya masing-masing. Mulai dari potensi alam, tempat wisata, rumah adat, baju adat, hingga makanan khasnya.
Guna mengenalkan kekayaan suku dan budaya yang ada di Indonesia, SD SAIM Surabaya mengadakan Pameran Budaya untuk siswa kelas 4 SD.
Dalam kegiatan ini, para diminta untuk menggunakan pakaian adat hingga menyuguhkan makanan khas sesuai dengan pembagian provinsi yang mereka dapatkan.
Rama Aslan Tama misalnya. Siswa yang akrab disapa Aslan ini menggunakan baju Teluk Belanga yang merupakan pakaian adat dari Kepulaun Riau.
"Kebutulan Aslan dan tim kebagian wilayah Kepulauan Riau. Dan ini pertama kalinya Aslan menggunakan pakaian adat dari Kepulauan Riau. Kami juga menyuguhkan makanan khasnya seperti Gonggong dan Abon Kepiting Bakau," kata Aslan pada Basra, Selasa (22/3).
Tak hanya itu, Aslan juga mengungkapkan jika dirinya menemukan fakta unik mengenai Kepulauan Riau.
"Ternyata Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan jumlah pulau terbanyak. Selain itu, 96 persen wilayah Kepulauan Riau adalah laut, maka tak heran jika kuliner disana kebanyakan seafood," ungkapnya.
Selain Aslan, adapula M. Fathan kelompok dari Provinsi Sumatera Utara. Fathan mengaku, setelah mengulas mengenai Provinsi Sumatera Utara, ia ingin berkunjung ke tempat wisata pemandian air soda.
"Ternyata tempat pemandian air soda ada dua di dunia. Yakni di Venezuela dan Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara, Desa Parbubu 1, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara," ucapnya.
Fathan juga menuturkan, adanya kegiatan seperti ini bisa menambah wawasan dan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
"Seru gitu, bisa lebih paham juga. Jadi kita bisa tahu ternyata Indonesia itu kaya dan beragam," pungkasnya.
Sementara itu, Dhika Setyo Pambudi selaku guru kelas 4 SD SAIM mengatakan, pameran ini merupakan implementasi dari materi sosial tentang provinsi yang ada di Indonesia.
"Nah itu kami kemas materinya dalam bentuk pameran seperti ini. Jadi anak-anak bisa belajar langsung dan melihat langsung. Misalnya di Kalimantan Barat itu baju adatnya seperti ini, makananya juga seperti ini," tuturnya.
Dengan kegiatan ini, Dhika berharap para siswa bisa bisa belajar secara langsung provinsi-provinsi di Indonesia.
"Lalu pameran ini bisa memberikan wawansan kepada mereka terkait keberagaman budaya yang ada di Indonesia," pungkasnya.
