Konten Media Partner

Berkunjung ke Sekolah Sungai Gunung Anyar Surabaya, Ada Apa Saja?

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mega Ekklesia Putrihadi, S.Sn., M.M., dari DKV PCU belajar bersama siswa Sekolah Sungai.
zoom-in-whitePerbesar
Mega Ekklesia Putrihadi, S.Sn., M.M., dari DKV PCU belajar bersama siswa Sekolah Sungai.

Sekolah Sungai di Gunung Anyar Tambak, Surabaya, yang hadir sejak Oktober 2018 itu kini telah memiliki kurang lebih 75 anak didik dengan dua kelompok usia yaitu prasekolah dan Sekolah Dasar (SD). Tetapi sekolah yang didirikan oleh Chusniyati itu tak memiliki modul ajar, tenaga pengajar yang terbatas pengetahuannya hingga fasilitas pengajaran yang kurang mendukung.

“Melihat ini kami tergerak untuk membantu Sekolah Sungai ini dengan memberikan apa yang dibutuhkan. Mulai dari pelatihan guru tentang psikologi anak, mengajar kreatif hingga manajemen sekolah. Kemudian modul ajar juga kami berikan termasuk beberapa fasilitas pengajaran,” kata Dani Puspitasari., S.Pd., M.A., Ph.D., selaku dosen dari Elementary Teacher Education (PGSD) Petra Cristian University (PCU), Senin (27/11).

Kegiatan yang digagas kolaborasi antara tiga dosen dan tiga mahasiswa PCU ini merupakan hasil dari Hibah PPM (Pemberdayaan Berbasis Masyarakat) Dikti Ristek. Mereka adalah Dewi Pertiwi., S.E., M.M., selaku ketua tim hibah dari Finance and Investment PCU. Sementara anggotanya ada Dani Puspitasari., S.Pd., M.A., Ph.D., dan Mega Ekklesia Putrihadi, S.Sn., M.M., dari DKV PCU.

Para dosen ini juga dibantu tiga mahasiswa yaitu Che - Che Chuan Racwelling Manu (PGSD), Jessica Geovani (Finance and Investment), dan Stephanja Char Ayu Lestari (DKV).

Selain pelatihan guru, tim ini membuat modul ajar berupa buku cerita tentang mangrove dan flash card dengan tema kebersihan diri dan makanan sehat. Tak hanya itu hibah yang mencapai Rp 43 juta itu juga memberikan fasilitas pengajaran berupa meja, papan tulis, speaker Bluetooth dan karpet.

Sejak Juni 2023, tim ini telah melakukan survei untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh Sekolah Sungai. Beberapa kegiatan pun telah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu.

Aksi nyata ini terlihat saat tanggal 8 Oktober 2023 lalu dengan menggelar pelatihan bagi guru pengajar Sekolah Sungai Gunung Anyar. Ada 15 relawan pengajar Sekolah Sungai yang diajari bagaimana perkembangan psikologi anak usia 0-12 tahun serta bagaimana mengajar kreatif untuk sekolah informal.

Kemudian tanggal 15 Oktober lalu digelar kegiatan penyuluhan dengan topik “Kesehatan Gigi untuk Anak”. Ada dua kegiatan, 40 siswanya diajarkan cara membersihkan dan merawat gigi yang benar, sementara itu guru-gurunya belajar manajerial. Misalnya seperti cara mencatat keuangan, presensi anak, log book (progress anak) dan rencana bahan ajar.

Sementara itu akhir rangkaian kegiatan abdimas yang dilaksanakan pada hari Minggu (26/11) kemarin, berupa pemberian secara simbolis modul ajar serta praktik langsung bercerita di hadapan anak-anak Sekolah Sungai itu.

"Aktivitas (bantuan) ini sangat baik. Apalagi untuk perkembangan pendidikan di sekolah sungai. Apalagi memberi ilmu tak hanya pada anak didik saja akan tetapi juga pada guru voulenter. Kami sangat senang sekali," kata Chusniyati, penggagas Sekolah Sungai Gunung Anyar.

Berdiri sejak 2018, para siswa Sekolah Sungai Gunung Anyar diajarkan beragam kegiatan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mulai dari edukasi peran penting sungai, dampak yang ditimbulkan jika sungai tercemar, edukasi manfaat Mangrove, hingga pelatihan kreativitas daur ulang sampah plastik.

Chusniyati mengungkapkan, bahwa semua kegiatan siswanya bertujuan menularkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak di daerah pesisir Gunung Anyar Tambak. Program ini bermula dari keinginannya untuk memberikan edukasi mengenai alam sejak dini.