Konten Media Partner

Berusia 85 Tahun, Nenek Penjual Kerupuk Asal Bangkalan Berangkat Haji

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rija Baris, nenek penjual kerupuk asal Bangkalan. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Rija Baris, nenek penjual kerupuk asal Bangkalan. Foto: Masruroh/Basra

Rona bahagia terpancar dari wajahnya yang renta. Rija Baris, nenek berusia 85 tahun asal Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan ini patut berbahagia karena bisa berangkat haji setelah 5 tahun penantiannya. Rija merupakan satu dari 1.758 haji lansia asal Jawa Timur yang mendapat jatah khusus dari pemerintah.

Meski harus berangkat sendiri, Rija mengaku tak risau. Ibu lima anak ini tergabung dalam kloter 1 yang masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) hari ini Selasa (23/5).

"(Berangkat) sendirian," ujarnya saat dijumpai Basra usai penerimaan jemaah haji kloter 1 di AHES, Selasa (23/5).

Rija berkisah jika kesehariannya berjualan kerupuk renteng di sekolah tak jauh dari rumahnya. Satu bungkus kerupuk dijual Rija seharga Rp 500. Selain berjualan kerupuk, Rija juga berjualan es seharga Rp 1.000 per gelas.

"Jualan kerupuk sama es di sekolah," tuturnya dengan logat Bahasa Madura.

Setiap hari Rija mengaku mendapat untung dari jualan kerupuk sekitar Rp 20 ribu. Keuntungan inilah yang disisihkan Rija untuk ditabung sebagai ongkos naik haji. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari Rija mengaku ditanggung oleh sang keponakan yang tinggal satu rumah dengannya. Sedangkan kelima anak Rija saat ini hidup merantau di Jawa Tengah.

Berusia 85 tahun Rija mengungkapkan jika dirinya tak mengalami masalah kesehatan apa pun.

"Nggak ada sakit, Alhamdulillah sehat," tukasnya.

Sejatinya Rija berharap bisa berangkat ke Tanah Suci bersama sang keponakan. Namun karena tabungan sang keponakan yang belum mencukupi, Rija harus berbesar hati berangkat ke Tanah Suci sendiri.

"Tabungannya belum cukup, jadi saya berangkat sendiri. Bismillah saya bisa berangkat sendiri," tandasnya.