Bukan Gamer Biasa, Ini Tips Jadi Atlet E-Sport
·waktu baca 2 menit

Sejak diresmikan masuk ke dalam cabang olahraga terbaru pada Asian Games 2018, perkembangan esports di Indonesia mengalami peningkatan yang begitu pesat.
Maka tak heran, jika saat ini banyak anak-anak hingga remaja yang bercita-cita menjadi atlet esport.
Untuk itu, Daniel Agung Ketua Harian E-sport Indonesia (ESI) Jawa Timur membagikan beberapa tips menjadi atlet esport.
Menurutnya, untuk menjadi atlet esport seseorang harus bisa mengatur pola jam tidurnya. Karena stamina yang prima mempengaruhi kinerja pemain.
Oleh sebab itu, seorang atlet harus didik dan diberikan sosialisasi. "Karena yang dilihat orang tua kan, wah anak saya main game terus sampai 6 jam kadang nggak tidur. Itu adalah hal yang salah bagi player-nya sendiri," kata Daniel ketika ditemui Basra, Rabu (26/5).
Ia mengatakan, stamina sangat penting bagi para pemain agar mereka bisa fokus ketika di pertandingan.
"Olahraga esport dan catur memang sama-sama harus fokus. Cuma catur kan ada jedanya. Kalau esport mereka harus fokus. Misalnya mereka sekali main kan 10 menit, mereka harus fokus tidak boleh terlewatkan satu detik pun. Kalau mereka tidak punya stamina yang cukup, tidak memiliki kebugaran tubuh yang bagus mereka bisa kalah," jelasnya.
Di samping itu, Daniel menuturkan latihan yang teratur juga akan membantu seseorang untuk menjadi atlet.
"Latihan juga harus sesuai dengan keadaan tubuh. Kurang lebih 2-3 jam per hari. Karena untuk satu game kan kurang lebih 20 menit atau 9 game per hari. Dengan latihan teratur seseorang bisa menguasi permainan," tutupnya.
