Cara Seru Belajar Pancasila Lewat Board Game Teuku Umar Spell
ยทwaktu baca 3 menit

Mengajar dengan menggunakan metode permainan, tentu akan membuat suasana belajar semakin menyenangkan. Selain itu, metode tersebut juga dapat memudahkan siswa dalam menerima pelajaran yang diajarkan.
Hal inilah yang dilakukan oleh Supriyanto, guru SDN Bandar Kidul 2 yang mengajarkan Pancasila dan keberagaman Indonesia lewat board game Teuku Umar Spell.
Kepada Basra, Supri bercerita, mengajar menggunakan permainan, membuat para siswa jadi lebih aktif dan tidak hanya terpaku dengan buku saja.
Apalagi saat ini anak-anak sangat jarang memainkan permainan tradisional, dan lebih memilih permainan online lewat smartphone.
"Kenapa saya memilih permainan untuk mengenalkan Pancasila, karena permainan Teuku Umar Spell ini mengandung nilai-nilai Pancasila dan juga melatih nilai karakter. Seperti melatih kerjasama, kebersamaan, kreatifitas, tanggung jawab, percaya diri, komitmen, dan kejujuran," kata Supri pada Basra Selasa (12/7).
Selain mempelajari makna dan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dalam permainan itu, Supri juga mengajarkan budaya yang ada di Indonesia, tari-tarian, pakain adat dan lainya yang diimplementasikan dalam quiz card pada permainan.
Terkait cara memainkannya, Supri menjelaskan jika caranya sama dengan bermain Teuku Spell pada umumnya. Para siswa mencoba memakan pion (mengambil pion) musuh dengan melompati pionya pada garis board game yang berbeda isi dari game-nya.
Dari segi design, board game di-design dengan peta warna yang menggambarkan wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui ada pulau apa saja di Indonesia dan batas lautnya, selain itu ada beberapa hewan endemik di setiap tempat.
"Untuk quiz card berisi pertanyaan singkat dengan gambar budaya Indonesia dan simbol setiap sila Indonesia. selesai giliran memainkan pion, anak akan memberikan pertanyaan dari quiz card yang akan menambah poin kemenangan mereka. Ini menantang mereka untuk mengumpulkan poin menambah pengetahuan mereka," jelasnya.
"Bahkan kuis tidak hanya berisi pertanyaan saja, tapi juga aksi yang harus dipraktikan anak. Dengan ini anak akan belajar seiring proses mereka bermain, bagaimana guru tahu mereka paham atau tidak, saya memberikan feedback kepada anak ketika anak salah dalam menjawab kuis yang diberikan jika anak lain (sekelas) yang tidak bisa menjelaskan," tambahnya.
Supri mengaku, adanya metode belajar tersebut disambut baik oleh para siswa dan orang tua siswa. Dengan metode yang ia lakukan, Supri berharap besar siswa bisa memahami apa yang diajarkan dan bisa mempraktikan apa yang sudah mereka pelajari di luar sana.
"Ke depan, saya ingin terus mengeksplor dan menemukan metode baru yang bisa membuat siswa saya betah belajar dan memahami materi yang saya ajarkan. Mungkin bisa berkolaborasi dengan guru lain di luar sana, saya juga masih belajar lagi dari praktik baik guru-guru lainnya," pungkasnya.
