Cara Universitas Hayam Wuruk Perbanas Pertahankan Akreditasi A

Usai melakukan perubahan bentuk dari STIE Perbanas Surabaya menjadi Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas, tak membuat akreditasi UHW turun.
Bahkan saat ini, kampus yang berlokasi di Jalan Wonorejo Utara 16 Rungkut, Surabaya ini telah terakreditasi A. Dimana A merupakan nilai tertinggi dari sebuah akreditasi.
Rektor UHW Perbanas, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., mengatakan, untuk mempertahankan akreditasi A yang telah diperjuangkan sejak menjadi sekolah tinggi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui.
"Waktu perubahan bentuk kan ada proses yang namanya surveilans, dimana BAN-PT melakukan assesmen apakah universitas ini masih bisa dianggap layak mendapat akreditasi A. Prosesnya, kita mengajukan, lalu mereka melakukan visitasi," kata Yudi pada Basra, Rabu (19/1).
Dalam proses visitasi tersebut, terdapat sekitar 57 poin yang dikonfirmasi. Mulai dari kejelasan, kerealistikan visi misi universitas, bagaimana tata kelolanya, bagaimana prodinya, lulusannya seperti apa, aspek keuangan, fasilitas, hingga pusat penjaminan mutu di univeristas.
Yudi menyebut, jika tahun ini penjaminan mutu (Penjamu) di UHW baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Penjamu nomor 1 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).
"Untuk itu, setelah dikonfirmasi kami dinyatakan masih bisa mendapatkan akreditasi A, dan ini akan berlaku sampai 5 tahun ke depan," ucapnya.
Selain itu, keunggulan lain yang ditawarkan UHW yakni adanya sistem SKS penuh serta berfokus pada bisnis dan teknologi.
Terkait SKS, mahasiswa luar UHW (mahasiswa temporer) bisa memilih mata kuliah dari prodi yang ada di UHW selama satu semester. Nantinya, hasil kuliah satu semester tersebut dapat digunakan mahasiswa ketika kembali ke kampus asalnya.
"Ini merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sekarang ini sudah ada 122 mahasiswa temporer yang belajar di sini (UHW) dari 42 universitas di Indonesia," ungkapnya.
Sementara untuk mengambangkan bisnis dan teknologi, pihaknya menambah tiga prodi di dua fakultas untuk para mahasiswa agar ke depan bisa terus mengikuti perkembangan zaman.
Pertama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang terdiri atas program studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Eknomi Syariah, D3 Akuntansi, D3 Perbankan dan Keuangan, dan S2 Magister Manajemen.
Kedua yakni Fakultas Teknik dan Desain yang menaungi tiga program studi baru, di antaranya S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual (DKV).
"Adanya prodi baru ini kita harapkan untuk mereka bisa menjadi pebisnis atau mengembangkan bisnis digital. Ada hustler, hipster, dan hacker. Untuk hustler ini orang yang pandai bisnis, dia bisa di fakultas ekonomi dan bisnis. Hipster ini orang yang suka komunikasi dengan artistik, dia bisa ke DKV. Lalu hacker orang-orang sistem informasi dan teknologi informasi," jelasnya.
"Itu yang kita kembangkan. Karena tujuannya itu, maka pendidikan kita arahnya ke sana. Keunggulan kita waktu jadi sekolah tinggi adalah banking, dan itu tetap dengan tambahan bisnis teknologi," tambahnya.
Bahkan ke depan, pihaknya akan terus memperbesar dan memperluas jangkauan kampus. "Ke depan, kita bercita-cita menjadi fintech business university," pungkasnya.
