Konten Media Partner

Cegah Bengkak, Kini Ada Sarung Tangan Infus untuk Anak

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sarang (Sarung Tangan) Infus karya empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Foto-foto : Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Sarang (Sarung Tangan) Infus karya empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Foto-foto : Amanah Nur Asiah/Basra

Momen ditusuk jarum infus pasti jadi hal yang tak mengenakkan bagi anak-anak. Karena itu, empat mahasiswa dari jurusan S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya membuat Sarang Infus atau sarung tangan infus yang bisa mengurangi risiko tangan bengkak karena pemasangan infus.

"Sarang Infus ini mempunyai banyak fungsi. Diantaranya untuk melindungi tangan anak agar tidak cedera, sebagai fiksasi, mengurangi stres hospitalisasi pada anak, dan memudahkan perawat untuk mengganti perban,” kata Putri Lisdiyanti, salah satu perwakilan tim pada Basra, Kamis (11/7).

Secara bentuk, sarung tangan yang dibuat Putri bersama Fatma Aula Nursyifa, Finka Yuanita dan Riskiyatul Mutamimah ini mirip sarung tangan pada umumnya. Hanya saja di bagian tengahnya terdapat lubang untuk memudahkan dokter mengobservasi jarum infus. Selain itu, Sarang Infus ini dibuat menggunakan bahan dasar katun, spons, dan duplek sebagai bahan pengeras dengan perekat di sisi bawah sebagai penguncinya.

Sarang Infus berfungsi untuk mengurangi risiko infeksi.

"Produk kami ini menggunakan desain khas dan belum ada di pasaran. Bahkan produk ini mempunyai fungsi ganda, yaitu mengurangi risiko infeksi dengan bantuan spalk dan perekat sebagai pengunci pergerakan sendi anak. Terus terdapat gambar-gambar lucu yang membuat ketertarikan pada anak-anak dalam pemasangan infus," jelas putri.

Untuk proses pembuatannya, lanjut Putri, ia bersama tiga rekannya membuat sendiri Sarang Infus ini dengan cara dijahit. Bahkan saat ini, inovasi tersebut sudah memiliki tiga ukuran. Diantaranya untuk bayi, balita, dan anak usia sekolah.

"Saat ini, produksinya masih kita kerjakan sendiri secara manual dan bergantian. Dimana setiap harinya kami bisa menghasilkan 10 produk Sarang Infus," tambahnya.

Ke depannya, tim bimbingan Gita Marini S.kep, Ns., M.kes ini masih akan terus mengembangkan inovasi tersebut. Bahkan ia juga akan membuat Sarang Infus untuk lansia.

"Dari segi desain gambar akan kami tambah lagi. Kalau untuk lansia kami akan lakukan riset terlebih dahulu," pungkasnya.

Diketahui, Sarang Infus ini telah dikomersialkan melalui distributor alat kesehatan. Untuk mendapatkan satu buah Sarang Infus ini, Putri, dkk mematok harga di bawah Rp 30 ribu. (Reporter : Amanah Nur Asiah / Editor : Windy Goestiana)