Konten Media Partner

Cegah Pneumonia Anak dengan Vaksin PCV

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
dr Dini Adityarini, SpA. Foto : Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
dr Dini Adityarini, SpA. Foto : Amanah Nur Asiah/Basra

Penyakit pneumonia atau radang paru, dalam beberapa tahun terakhir menjadi penyumbang angka 17 persen dari 5,6 juta kematian bayi (balita) di seluruh dunia. Tak hanya itu, di Jawa Timur sendiri pneumonia juga menduduki urutan kedua paling tinggi penyebab kematian bayi setelah diare.

Menurut dr Dini Adityarini, SpA spesialis tumbuh kembang anak dari RSIA Kendangsari Merr Surabaya, pneumonia merupakan peradangan pada paru-paru yang disebabkan bakteri streptococcus pheumonia.

Penularannya pun bisa melalui bersin, saat berbicara hingga batuk.

Pencegahan pneumonia bisa dilakukan dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) pada bayi di usia 0 sampai 2 tahun.

"Karena ASI akan memberikan proteksi pada tubuh dan juga usus. Bakteri pertama kali akan masuk ke usus dan baru menyebar keseluruh tubuh. Kalau usus anak sudah terproteksi dengan ASI, tentu bakteri tersebut tidak dapat menembusnya," jelas Dini dalam acara talkshow 'Imunasi: Sebuah Investasi dan Gaya Hidup Kekinian', Sabtu (7/12).

Selain memberikan ASI, para orang tua juga bisa melakukan pencegahan lain dengan melakukan imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Imdonesia (IDAI).

Menurut Dini, imunisasi PVC memang belum termasuk imunasasi yang disubsidi oleh pemerintah. Tetapi, imunisasi ini menjadi rekomendasi wajib yang harus dilakukan para orang tua untuk mencegah penyakit pneumonia pada anak.

"Imunisasi ini dilakukan empat kali di rentan usia 0 sampai 2 tahun. Bila sudah memberikan ASI dan melakukan imunisasi PCV kemungkinan terkena pneumonia akan sangat kecil. Karena tubuh anak sudah terproteksi dengan baik," tutur Dini.

Dini pun menambahkan, jika dua hal tersebut menjadi konsen negara, maka sekitar 800 ribu kematian anak di bawah usia 5 tahun bisa dicegah.

Adapun gejala pneumonia pada anak adalah batuk, pilek, demam disertai meningkatnya frekuensi bernapas anak.

"Bila hal ini terjadi selama tiga hari berturut-turut, sebaiknya langsung periksakan ke dokter. Apalagi demam tiga hari tidak turun-turun langsung saja bawa ke dokter," tutup Dini.