Konten Media Partner

Cerita 4 Bersaudara Mondok di Ponpes yang Ambruk, 1 Meninggal, 1 Lainnya Hilang

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilham S, lurah Bongkaran Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ilham S, lurah Bongkaran Surabaya. Foto: Masruroh/Basra

Duka mendalam dialami Rizal Maulana dan Siti Wardah, warga Kalianyar Kulon, Surabaya. Putra bungsu dari pasangan suami istri itu menjadi korban tewas ambruknya musala pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.

Tak hanya itu, nasib sang keponakan M Reza masih belum diketahui hingga kini.

"Jadi ada 4 bersaudara yang mondok di situ, Baim dan kakaknya (perempuan), kemudian ada 2 saudara lainnya," ujar Ilham S, Lurah Kelurahan Bongkaran, Surabaya, saat dijumpai Basra di rumah mendiang Maulana Alfan Ibrahim (15 tahun) atau Baim, Selasa (30/9).

Ilham mengungkapkan, tak hanya Baim yang menjadi korban dalam musibah tersebut, tapi juga Reza dan Kevin, yang merupakan saudara sepupu Baim.

"Sampai sekarang nasib Reza masih belum diketahui, sedangkan Kevin sudah dirujuk ke RS Soewandhie," tutur Ilham.

Ilham mengatakan pihaknya membawa Kevin ke RSUD Soewandhie sempat mengeluh sakit di dadanya.

"Tadi pagi kami bawa ke Soewandhie karena pas kami jenguk di rumahnya, dia mengeluh dadanya sakit, nyeri," ungkap Ilham.

Ilham berharap Reza yang diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan ponpes, bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

"Semoga anaknya bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," harap Ilham.

Sebelumnya, bangunan musala di Asrama Putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9) sore. Puluhan santri menjadi korban ambruknya bangunan yang masih dalam tahap renovasi itu.