Konten Media Partner

Cerita Oca, Tuangkan Dongeng Si Kancil Dalam Lukisan Tekstil

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Osyadha Ramadhanna (Oca) mengamati karya lukis 'Si Kancil dan Raksasa' yang dituangkan dalam kain tekstil. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Osyadha Ramadhanna (Oca) mengamati karya lukis 'Si Kancil dan Raksasa' yang dituangkan dalam kain tekstil. Foto: Masruroh/Basra

Umumnya lukisan dituangkan dalam media kanvas. Namun hal berbeda dilakukan Osyadha Ramadhanna (Oca). Dia menuangkan lukisan dalam media yang tak biasa, kain tekstil.

"Pakai media kain tekstil dengan teknik batik karena saya pakai cairan malam (lilin) untuk warnanya, baik itu pakai luas maupun canting," ujar pelukis muda asal Malang ini, saat ditemui Basra di sela pameran lukisan 'Di Antara Hujan', Rabu (12/7).

Bertempat di Artspace, Artotel TS Suites, Oca menampilkan karya lukis berjudul 'Tentang Bagaimana Memutuskan Sesuatu'. Lukisan ini dibuat di atas media kain. Oca menambahkan unsur wax resist dyengi dan sewing on cotton.

Oca memunculkan gaya abstrak figuratif pada figur-figurnya. Namun untuk inspirasi, dia mengambil dongeng Kancil dan Raksasa. Ingatan masa lalu membawanya pada sebuah ruang silam, ketika dia mendengar neneknya bercerita tentang dongeng itu.

"Dalam Dongeng Kancil dan Raksasa, saya memaknai bahwa hidup ini dipenuhi negosiasi demi negosiasi. Hingga menemukan keputusan yang tepat," ungkapnya.

Seperti halnya kancil yang terus bernegosiasi dengan raksasa, hingga bisa mengalahkannya dan melindungi hutan. Figur kancil digambarkannya tak utuh. Berada di bagian kanan. Sedangkan beo, gajah dan lain-lain, yang menjadi tokoh pendamping kancil, ada di sisi kiri. Meski tak utuh, namun penanda itu tampak. Seperti paruh beo dan belalai gajah.

"Tak utuh, seperti ingatan. Imajinasi anak kecil selalu begitu kan. Maknanya, dalam permasalahan hidup, kita selalu mengalami negosiasi. Bahkan sejak kita kecil," jelasnya.

Dalam karyanya, terdapat benang-benang jahit yang terurai. Tak terjahit dengan sempurna. Seperti seseorang yang berusaha menjahit kenangan silam, yang hasilnya berupa kepingan-kepingan. Ada yang terurai, tak diingat lagi. Ada yang masih melekat dalam ingatan.

Sedangkan bagian yang timbul dalam lukisan Oca dibuat dari bahan dakron. Beberapa pun dibuat timbul-tenggelam. Sama, memaknai sebuah ingatan masa kecil.

Untuk kain yang dipilih sebagai media lukis, Oca memakai kain katun primisima. Kain ini memiliki tingkat kerapatan serat yang cukup rapat sehingga mampu menyerap warna dengan maksimal.

Memiliki ibu seorang penjahit menjadikan Oca tak asing dengan barang-barang tekstil hingga teknik menjahit.

"Dari kecil sudah berkutat dengan kain dam benang, juga tahu tentang teknik menjahit maupun sulam. Jadi di karya ini selain teknik batik juga saya aplikasikan teknik menjahit dan sulam," tandas perempuan berusia 26 tahun ini.