Cerita Siswi di Surabaya Tiap Hari Olah Puluhan Kilogram Kulit Buah Jadi Kompos
·waktu baca 2 menit

Selama ini banyak dari kita yang langsung membuang kulit buah ke tempat sampah. Padahal kulit buah dapat diolah menjadi pupuk tanaman. Hal inilah yang dilakukan Eveline Anuriyadin, siswi MTsN 3 Surabaya.
Menurut Evelin, kulit buah mengandung sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman. Dengan demikian, kulit buah merupakan pupuk alami yang aman bagi kesehatan tanaman.
Sering melihat sampah kulit buah yang berserakan mendorong Eveline untuk mencari cara agar sampah kulit buah tersebut bisa dimanfaatkan.
"Kalau bisa dimanfaatkan kan nantinya sampah dari kulit buah itu bisa berkurang, Kota Surabaya juga bisa lebih bersih," tutur putri dari pasangan Jariah dan Sahidin ini, kepada Basra, Sabtu (9/9).
Setelah browsing di internet terkait cara pengolahan limbah kulit buah, Eveline mulai bergerak mengumpulkan limbah kulit buah. Kegiatan ini mulai dilakukan Eveline sejak Februari 2023.
"Saya kumpulin kulit buah dari penjual buah, dari tetangga juga. Selain kulit buah, saya juga mengumpulkan sisa sayuran dari pedagang sayur maupun penjual nasi," jelas finalis Putri Lingkungan Hidup 2023 ini.
Perjuangan Eveline begitu gigih, dia rela mendatangi penjual buah untuk mendapatkan sampah organik dan setiap harinya Eveline mampu mengolah hingga 130 kilogram sampah kulit buah yang didapat.
Sampah kulit buah tersebut diolah Eveline menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos hasil dari limbah kulit buah ini lantas dikemas dalam cup berukuran 100 gram.
"Saya jual pupuk kompos itu seharga Rp 10 ribu per cup nya," imbuh Eveline.
Kepedulian Eveline terhadap lingkungan sudah mulai tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Awalnya Eveline budidaya ikan lele dengan teknik budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember). Selain itu Eveline juga melakukan budidaya maggot.
"Jadi sampah kulit buah dan sayur itu selain bisa diolah untuk pupuk kompos juga bisa dijadikan maggot BSF," tukasnya.
Eveline berharap apa yang dilakukannya bisa menginspirasi masyarakat untuk turut serta mengelola sampah organik.
"Mengolah sampah organik supaya Surabaya menjadi kota bersih dari sampah organik, asri, enak dipandang mata," tandasnya.
