Konten Media Partner

Cerita Sukses Pengusaha Muda di Surabaya Bisnis Ayam Geprek, Berawal Lesehan

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ferry Setiawan (kanan, berdiri). Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ferry Setiawan (kanan, berdiri). Foto: Masruroh/Basra

Membangun bisnis apa saja termasuk kuliner, tentu bukan perkara mudah. Akan ada pasang surut yang kadang menciptakan rasa ingin menyerah. Namun, jika dapat melalui semua tantangan dan tetap bisa bertahan, maka usaha tersebut akan berjalan dengan lancar bahkan dapat membawa kepada kesuksesan. Seperti kisah sukses pengusaha muda di Surabaya, Ferry Setiawan.

Dengan modal awal Rp 10 juta, Ferry sukses menjadi pengusaha kuliner di Kota Pahlawan dengan mengusung menu andalan ayam geprek di tahun 2014.

"Saya lulus (kuliah) tahun 2013. Mulai set up (bisnis) di tahun 2014 dengan bermodal Rp 10 juta. Waktu itu saya berpikir harus segera mulai (berbisnis) kalau nggak mulai-mulai kapan lagi," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur ini, disela pelantikan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Surabaya, (30/6).

Ferry mengatakan, dari tahun ke tahun sejak dia merintis usaha ayam geprek warung lesehan pada 2014 di Surabaya, diupayakan selalu ada perkembangan. Setelah warung lesehan, Ferry memberanikan diri membuka usaha di ruko berupa mini store yang hanya melayani online dan take away.

Berkat ketekunan dan kreativitasnya, usaha yang dirintis Ferry terus berkembang dan puncaknya di tahun 2019, Ferry berhasil memiliki 35 gerai yang tersebar di penjuru Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dan bahkan sejumlah kota besar di Indonesia.

Namun pandemi COVID-19 memukul bisnis kuliner Ferry. Hampir separuh gerainya harus ditutup karena sepinya pembeli sebagai imbas adanya pembatasan sosial saat pandemi.

Meski diterjang badai pandemi, Ferry tak menyerah begitu saja. Berbagai inovasi dia coba demi bisa bertahan.

"Kuncinya adalah inovasi. Ayam geprek banyak, tapi kalau hanya bersaing di harga saja bagi saya tak akan bisa berkembang. Bisnis kuliner itu selain produk berkualitas, juga service yang utama," ungkapnya.

Selain memiliki brand sendiri, Ferry juga sempat mengelola bisnis kuliner berupa franchise.

"Brand sendiri ada, franchise juga iya. Intinya kan terus berinovasi," tegasnya.

Potensi kuliner dinilai Ferry sangat besar apalagi untuk memulai bisnis kuliner sangat dimudahkan oleh platform online seperti media sosial. Tak bisa dipungkiri, saat ini media sosial memberi pengaruh besar pada tren kuliner.

Popularitas makanan dan minuman sangat ditentukan oleh mereka yang memanfaatkan media online, hingga akhirnya bermunculan banyak pebisnis kuliner baru. Ferry berpesan kepada para pelaku bisnis untuk selalu berinovasi agar bisa bertahan karena persaingan semakin ketat.

"Makanya kita ini beradu inovasi, beradu kreativitas karena kita berada di salah satu industri kreatif, jangan bermain di price war karena nggak ada habisnya," tandasnya.