Cerita Warga Surabaya Berhasil Ubah Hidup Setelah Gabung UMKM Jahit

Konten Media Partner
14 April 2024 9:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para penjahit UMKM SMB Koperasi Benang Emas.
zoom-in-whitePerbesar
Para penjahit UMKM SMB Koperasi Benang Emas.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebanyak 90 penjahit UMKM SMB Koperasi Benang Emas mengaku telah berhasil mengubah hidupnya setelah bergabung dengan UMKM yang berada di kawasan Tambak Wedi, Surabaya itu.
ADVERTISEMENT
Aliansah, salah satu penjahit berkisah jika ia berhasil mengubah hidupnya bahkan bisa melanjutkan kuliah dengan hasil kerja kerasnya selama bergabung di UMKM SMB. Mahasiswa semester lima program studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengaku, tak ingin meminta kepada orang lain sebelum berusaha.
Bahkan dia tak ingin meminta bantuan beasiswa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, hanya untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT).
“Selagi kita masih mampu untuk bekerja ya kita lakukan,” kata Ali, sapaan akrabnya.
Ali yakin, anak-anak muda Surabaya bisa bangkit dan mandiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain atau pemerintah ketika ingin mengubah nasib hidupnya.
“Rek, mumpung masih muda, dibanyakin pengalamannya semua dicoba. Seberapa pun cobaan yang datang, bakal ada rasa nikmat yang akan datang,” ucap Ali.
ADVERTISEMENT
Selain Ali, ada Istiqomah yang kini nasibnya lebih baik daripada sebelumnya ketika ia berjualan gorengan keliling. Perempuan 44 tahun itu mengaku, kini hidupnya semakin baik hingga terbebas dari status gakin (keluarga miskin) setelah ikut bekerja sebagai penjahit di UMKM SMB Koperasi Benang Emas.
Tak hanya terbebas dari status sebagai gakin, bahkan Istiqomah saat ini juga sudah terbebas dari utang sebanyak Rp20 juta yang sempat melilitnya beberapa tahun lalu.
“Tidak meminta terus, dan kita bisa berkarya dan bekerja tanpa meminta bantuan,” ujarnya.
Selain itu, juga ada Muslimah Nuraini, yang kini hidupnya jauh lebih baik, bahkan kini bisa membiayai kuliah anaknya. Perempuan 60 tahun itu mengaku, sebelumnya ia hanya sebagai penjual kue donat keliling dan tidak memiliki keahlian menjahit. Setelah ikut UMKM SMB Koperasi Benang Emas, ia mendapatkan pelatihan hingga sekolah khusus menjahit.
ADVERTISEMENT
Kini, nasibnya mulai berubah, yang dahulu statusnya tercatat sebagai keluarga miskin, kini telah bangkit hingga akhirnya terbebas dari kemiskinan.
“Dulu jualan donat sehari hanya dapat Rp20.000 ribu, itu kalau habis semua, kadang kalau nggak habis ya rugi. Kalau ikut menjahitkan nggak ada rugi dan modal, hanya modal tenaga,” pungkasnya.
Kegigihan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jahit Sumber Mulia Barokah (SMB) mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Menurutnya, kerja keras para pelaku UMKM SMB yang tergabung di dalam koperasi Benang Emas ini patut dicontoh oleh seluruh warga Surabaya.
“Umur yang 60 tahun tadi tidak bisa menjahit, itu contohnya, tetapi sekarang ketika beliau mau berusaha, akhirnya beliau bisa mendapatkan penghasilan itu," ujar Eri.
ADVERTISEMENT
Eri mengaku terenyuh hatinya, sebab masih ada warganya yang tidak menggantungkan bantuan, akan tetapi lebih memilih usaha demi mengubah nasib. Eri ingin, para penjahit yang tergabung di dalam UMKM SMB Koperasi Benang Emas itu dapat menginspirasi para anak muda di Surabaya.