Konten Media Partner

Demoday Digital Skill 2025 Jadi Bukti Pelajar Perempuan di Jatim Melek Teknologi

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alifa Ayudiva Salsabila (kanan), pelajar kelas XI SMAN Pilangkenceng, Madiun, turut unjuk karya Demoday Digital Skill 2025 yang digelar di Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Alifa Ayudiva Salsabila (kanan), pelajar kelas XI SMAN Pilangkenceng, Madiun, turut unjuk karya Demoday Digital Skill 2025 yang digelar di Surabaya. Foto: Masruroh/Basra

Pelajar perempuan di Jawa Timur kian melek teknologi. Ini bisa dilihat di ajang Demoday Digital Skill 2025 kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), UNICEF, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Berlangsung di Surabaya kompetisi tahunan di bidang teknologi itu diikuti 2.655 peserta dari berbagai SMA di Jatim.

"Program ini melibatkan berbagai institusi pendidikan di Jatim, di antaranya 40 sekolah formal penyelenggara program digital skills, 10 sekolah non formal penyelenggara program digital skills, dan 93 sekolah penyelenggara Double Track yang menjadi sekolah pengimbas program digital skills," terang Fajar Baskoro, Program Development Digital Skills, dari ITS, saat dijumpai Basra, disela kegiatan.

Menariknya, dari 2.655 peserta yang terlibat, Fajar mengungkapkan jika 60 persennya merupakan pelajar perempuan.

"60 persen pelajar perempuan, 1 persennya pelajar disabilitas, sisanya pelajar laki-laki," imbuh pria berkacamata ini.

Fajar mengungkapkan, Program Digital Skills yang bersinergi dengan SMA Double Track di Jatim Program memasuki tahun ketiga pada 2025, dan telah berhasil membekali ribuan remaja dengan keterampilan abad ke-21 yang krusial.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan fundamental, kewirausahaan, dan digital remaja di Jatim, yang sangat dibutuhkan untuk berprestasi di dunia kerja dan pendidikan tinggi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2025 Program Digital Skills memperluas jangkauannya untuk merangkul seluruh elemen remaja yang membutuhkan afirmasi penguasaan keterampilan digital, termasuk pelajar disabilitas," terangnya.

Fajar menuturkan, pelaksanaan program keterampilan digital ini mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Dalam pendekatan ini, remaja secara kolaboratif mengidentifikasi isu nyata di lingkungan sekitar mereka dan mengembangkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut.

"Hingga tahun 2025, program ini telah menghasilkan luaran proyek solusi yang berdampak pada masyarakat berupa 203 aplikasi website, 88 aplikasi mobile, 25 aplikasi website & mobile, 33 aplikasi IoT, dan 106 produk digital non aplikasi," tukasnya.

Salah satu pelajar perempuan yang unjuk karya dalam event tersebut adalah Alifa Ayudiva Salsabila, pelajar kelas XI SMAN Pilangkenceng, Madiun. Pelajar berhijab ini turut terlibat dalam pengembangan aplikasi si jempol milik sekolahnya.

"Si Jempol adalah aplikasi android yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah di rumahnya," tutur Alifa.