Dewan Pendidikan: Sistem Zonasi PPDB Surabaya Harus Dievaluasi
·waktu baca 2 menit

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terutama di jenjang SD dan SMP di Surabaya menimbulkan permasalahan dan dikeluhkan oleh banyak masyarakat.
Misalnya saja terkait perebutan masuk SD dan SMP Negeri melalui sistem zonasi hingga banyak sekolah swasta yang mengalami kekurangan jumlah murid.
Menanggapi hal itu, Sita Pramesthi, Dewan Pendidikan Surabaya mengatakan perlu adanya evaluasi PPDB, terutama tingkat SMP. Karena setiap tahun PPDB selalu menyisakan masalah, dan tidak ada evaluasi atas hal tersebut.
"Seharusnya dilakukan kajian terkait masalah yang timbul, baik karena sistem dan keluhan dari masyarakat serta kondisi sekolah swasta. Dengan demikian akan ada solusi untuk beberapa hal yang dapat diperbaiki, sehingga proses PPDB setiap tahun bertambah baik pelaksanaannya," kata Sita, Kamis (20/7).
Sita menuturkan, jika seharusnya Dinas Pendidikan sudah sepatutnya mendengarkan aspirasi berupa kritikan dan masukan dari masyarakat.
Selain itu, pemerintah kota juga harus terbuka dan bergandengan tangan dengan seluruh stakeholder Pendidikan untuk duduk bareng mengkaji kembali sistem zonasi pada PPDB di Surabaya.
"Semua harus dievaluasi untuk kemudian bisa dirancang sistem yang bagus yang bisa menampung aspirasi masyarakat dan mengutamakan kepentingan, kebutuhan dan kenyamanan siswa sebagai subjek Pendidikan," tuturnya.
Sita juga menambahkan, jika pemerintah setempat harus ikut memberikan kebijakan yang progresif terkait dengan jenjang pendidikan, karena hal tersebut menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Bila masalah PPDB saja masih ruwet, bagaimana dengan kualitas generasi yang dihasilkan. Dunia pendidikan memberikan banyak kontribusi dalam membentuk sistem nilai yang berlaku di masyarakat dan tentu berpengaruh pada karakteristik suatu generasi. Ayo, bergerak bersama demi pendidikan yang lebih baik,” tukasnya.
