Dirumahkan karena Pandemi, 'Mas Terno' Bisa Dapat Minim 60 Order Per Hari

Jangan remehkan bisnis recehan. Pandemi COVID-19 mengajarkan kita untuk tidak memandang rendah pekerjaan apapun selama halal untuk dilakukan. Termasuk kurir. Siapa yang sangka, dari uang belasan ribu rupiah yang diterima tiap hari, bila dikumpulkan ternyata bisa jadi belasan juta rupiah di akhir bulan.
Inilah kisah Florentina Widhi dan Bagus Prakoso, pasangan suami istri asal Sidoarjo yang menikmati legitnya bisnis kurir di masa pandemi.
Bagus adalah seorang trainer outbond di Surabaya dan Sidoarjo. Selama pandemi, praktis kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan harus dihentikan sementara untuk mencegah penularan COVID-19. Termasuk kegiatan outbond yang jadi mata pencarian Bagus. Mau tidak mau, Bagus termasuk orang yang kehilangan pekerjaan saat pandemi.
Mengetahui satu pintu pemasukan tertutup, Bagus tahu kalau dia harus segera mencari jalan keluar. Karena stabilitas keuangan rumah tangganya saat itu hanya ditopang sang istri, Florentina Widhi yang masih bekerja sebagai staf marketing di sebuah sekolah swasta di Surabaya.
Floren, begitu dia disapa, termasuk perempuan cekatan. Selama menjalani work from home Floren juga aktif menjadi reseller berbagai produk makanan rumahan milik teman-temannya.
Floren senang karena produk yang dia tawarkan ternyata banyak yang laku dan disukai pelanggan. "Tapi ada masalah di kurir. Karena tahu sendiri jasa kurir yang ikut aplikasi ojek online itu mahal. Pembeli banyak yang mundur teratur pas tahu ongkirnya mahal," kata Floren pada Basra, Kamis (27/8).
Melihat sang istri yang kesulitan mencari kurir dengan harga terjangkau untuk kawasan Surabaya dan Sidoarjo, Bagus pun tertarik untuk mengantarkan sendiri pesanan tersebut.
Berawal dari mengantarkan pesanan istri, ternyata ada juga teman-teman mereka yang meminta tolong untuk diantarkan barang jualannya.
"Awalnya cuma satu orang yang minta titip diantarkan barangnya. Lalu nambah jadi dua, jadi tiga, lima, sampai sekarang kita bisa terima 60 order antar barang tiap hari," kata Floren.
Siapa yang sangka, jasa kurir yang sebelumnya diniatkan membantu bisnis istri, kini justru bisa merekrut empat orang lainnya. "Tiba-tiba ada orang yang datang ke rumah, cerita kalau baru di PHK. Dia minta buat jadi kurir, setelah kita kerja bareng ternyata cocok. Jadi sampai sekarang. Bahkan ada juga ibu-ibu yang mau jadi kurir buat bantu suaminya," kata Floren.
Tak salah kalau layanan antar barang yang dirintis Floren banyak dilirik pengusaha UMKM. Ini karena tarif yang dipatok pun sangat terjangkau. Sekitar Rp 15 ribu - Rp 20 ribu per alamat. "Antar dari Sidoarjo ke Surabaya 15 ribu. Kalau Surabayanya daerah Perak, Benowo, atau Suramadu yang jauh, baru Rp 20 ribu," kata Floren.
Sejak 27 Mei 2020 Floren dan suami pun mengenalkan layanan kurir mereka dengan nama 'Mas Terno'. Bila diterjemahkan, 'Mas Terno' berarti 'mas antarkan'. Layanan ini bisa diakses melalui WhatsApp dengan nomor 082140305309.
"Awalnya ada juga orang yang menilai sebelah mata. Kok jadi kurir sih, ya kita senyumin aja. Jangan salah lho, jangan remehkan bisnis recehan. Karena omset kita tiap hari lebih dari Rp 600 ribu," kata Floren.
Menjalankan bisnis antar barang juga bukan tanpa tantangan. Floren harus memastikan kalau barang yang datang bisa diterima tepat waktu dengan kondisi baik.
"Jadi tiap hari kita merancang rute untuk para mitra supaya kerjanya aman dan nyaman. Karena kebanyakan barang yang diantar adalah makanan, jadi kita harus pastikan mereka tidak rusak, basi, dan dalam kondisi baik seperti saat dikirim. Tentu enggak semuanya lancar dan mulus, yang penting kami berusaha berkomunikasi ke pelanggan dengan bahasa yang santun dan mau menerima masukan," kata Floren.
Floren menyatakan, karena jumlah mitra yang dimiliki masih terbatas, setiap hari dirinya masih sering menolak order yang masuk. "Satu kurir dalam sehari maksimal bisa antar 13 barang. Kalau saya kasih sampai 17 alamat, saya kasihan mereka capek dan malah enggak fokus di jalan," kata Floren.
Floren berharap, dia dan suami tetap bisa menjalankan bisnis layanan antar ini dalam jangka panjang. Selain karena hasil yang menguntungkan, dia juga senang bisa memberi manfaat bagi orang-orang yang punya kesulitan ekonomi di masa pandemi.
