Dokter: Anak Juga Bisa Terkena Osteoporosis

Osteoporosis atau tulang keropos lebih umum terjadi pada orang dewasa. Namun ternyata, osteoporosis bisa juga terjadi anak-anak.
Menurut dr. Indra Tjahjono Sp KFR, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik Bawean Orthopaedic And Rehabilitation Medicine Center (BORC) Klinik, osteoporosis merupakan penyakit tulang di mana kondisi tulang lemah dan mudah patah.
"Osteoporosis bisa terjadi pada anak. Biasanya, ini disebabkan oleh penyakit lainnya atau penggunaan obat tertentu," ujarnya kepada Basra, Jumat (12/4).
Lebih lanjut, dr. Indra menuturkan, osteoporosis pada anak terkadang juga tidak diketahui penyebabnya, sehingga osteoporosis pada anak juga dinamakan Osteoporosis juvenil idiopatik.
"Ada tiga tipe osteoporosis dan bila terjadi pada anak, masuk kategori idiopatik, di mana penyebabnya tidak diketahui secara pasti," tukasnya.
Osteoporosis pada anak dapat menjadi masalah yang signifikan, karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Terlebih, usia anak-anak dinilai sebagai masa optimal pembentukan tulang pada fase kehidupan manusia.
Selain penyebabnya tidak diketahui secara pasti, dr. Indra mengatakan osteoporosis pada anak juga tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas.
"Gejala yang mungkin timbul adalah nyeri pada punggung bawah, pinggang, lutut, pergelangan kaki, dan telapak kaki, kesulitan berjalan, bentuk tulang belakang yang abnormal seperti tulang membungkuk atau tulang belakang yang bengkok, patah tulang patologis. Apabila anak sering mengalami patah tulang, ini juga perlu diwaspadai, bisa jadi dia osteoporosis," jelasnya.
Adapun, pengobatan tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan yang mendasari anak tersebut terserang osteoporosis. (Reporter: Masruroh / Editor: Windy Goestiana)
