Dolly English Club, Kelas Bahasa Inggris Gratis untuk Warga Dolly

Demi mengubah citra Dolly sebagai eks lokalisasi, Wahyu Cahyono, founder Kampung Inggris Surabaya, membuat Dolly English Club. Yang menarik, salah satu kelasnya digelar di warung kopi (Warkop) Giras Royal di Jarak No.47 Surabaya.
Ada 8 siswa yang datang ke Dolly English Club di Warkop Giras Royal semalam (19/2). Mereka duduk lesehan, di tengah orang-orang yang sedang cangkruk. Ada tiga sukarelawan pengajar dari Fakultas Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya yang menjadi guru mereka. Mereka adalah Nicco Bagas Arwanda, Novita Aryani, dan Mela Adi Prasiska yang masih berstatus sebagai mahasiswa semester enam.
''Ayo sekarang kita belajar kata kerja ya. Apa bahasa Inggrisnya menyiram?'' Tanya Mela pada anak-anak didiknya yang terdiri dari kelas 3 SD, 4 SD, dan 1 SMP itu.
Melihat muridnya tampak bingung, Mela pun melempar clue. ''Kalau menyiram butuh apa?'' Tanya Mela. Kompak anak-anak tersebut menjawab 'air'. ''Bahasa Inggrisnya air apa?" Tanya Mela kembali. "Water" jawab anak-anak. ''Karena menyiram adalah kata kerja, jadi water ditambah imbuhan 'ing' jadinya apa?" Sekali lagi Mela bertanya. "Watering," jawab anak-anak dengan antusias.
Kelas bahasa Inggris malam itu sangat interaktif. Anak-anak tak canggung untuk bertanya bahkan tak malu untuk berusaha menjawab meski ada yang kurang tepat.
Seperti saat Novita, salah satu pengajar mengadakan quiz. ''What the name of this?'' Tanya Novita sambil menunjukkan gambar kamus. Karena anak-anak tampak kebingungan, maka Novita memberikan petunjuk. "Ok, 4 huruf di depan adalah 'dict'. Ada yang tahu?'' Tanya Novita.
Ada seorang anak yang tiba-tiba menjawab lantang dan tegas, ''Diktat'' mendengar jawaban tersebut semua orang pun tertawa. Akhirnya karena tak ada anak yang bisa menjawab, Novita pun mengeluarkan jawabannya yaitu dictionary.
Kegiatan Dolly English Club ini memang menyasar ke warga Dolly di segala usia. Mulai bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anaknya. Khusus untuk anak, kelas di Warkop Giras Royal diadakan tiap Selasa dan Sabtu malam. ''Muridnya nggak selalu sama. Karena di kelas ini siapapun boleh ikut tanpa mendaftar. Jadi tinggal datang saja, bawa buku pelajaran bahasa Inggris yang mereka punya. Nanti belajar sama-sama sesuai kelasnya,'' kata Mela.
Selama ini, Mela dkk mengajak anak-anak fokus pada penambahan kosakata, mengenal kata kerja, membuat kalimat, dan menyusun kalimat menjadi satu paragraf. Semua materi dibuat lebih sederhana agar mudah dimengerti dan anak-anak senang melakukannya.
Menurut Djuprianto, pemilik warung, dia memang meminta pada Wahyu Cahyono, founder Dolly English Club agar mengadakan kelas di warungnya. ''Saya ingin anak-anak disini nggak minder dengan stigma Dolly sebagai eks lokalisasi. Karena dengan adanya kelas semacam ini, nanti orang akan tahu kalau kami juga ingin jadi kawasan edukasi,'' kata Djuprianto yang sudah enam bulan ini menjadikan warungnya sebagai kelas belajar. (Reporter : Windy Goestiana)
