Konten Media Partner

Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Maraknya Kasus Penculikan Anak

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penculikan anak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penculikan anak. Foto: Pixabay

Teror penculikan anak kembali muncul di berbagai daerah. Kriminolog Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Elfina L.Sahetapy, S.H., LL.M mengungkapkan faktor penyebab maraknya kasus penculikan anak.

"Saya melihat dua hal ya. Setelah tahun baru, habis senang-senang mungkin uangnya habis. Cara paling mudah (untuk mendapatkan uang) mungkin (melakukan penculikan) ini," ujar perempuan yang kerap disapa Ina ini kepada Basra, Sabtu (7/1).

"Dan sebentar lagi kita juga akan menghadapi Hari Raya (Idul Fitri), yang juga akan membutuhkan banyak biaya. (Penculikan anak) itu sebagian memang ada motif ekonomi," sambungnya.

Menurut Ina, ada momen yang bisa diidentifikasi seperti perayaan besar yang cukup menguras pengeluaran.

"Jadi (penculikan anak) ini bisa jadi cara paling mudah dalam tanda kutip untuk mendapatkan uang. Apalagi anak-anak itu kemudian disuruh ngemis, mulung, atau disuruh hal-hal lainnya," tutur Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Ubaya.

Dikatakan Ina, penculikan anak lebih banyak didorong oleh faktor ekonomi. Sedangkan penculikan anak untuk memenuhi hasrat seksual tidak terlalu tinggi kasusnya.

"Kalau saya amati memang tidak terlalu tinggi kasus penculikan anak karena hasrat birahi," tukasnya.