Konten Media Partner

Film Pencarian Terakhir Didedikasikan untuk Jiwa-jiwa yang Hilang di Gunung

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adzana Ashel (tengah). Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Adzana Ashel (tengah). Foto: Masruroh/Basra

Rumah produksi Starvision kembali merilis film bertema pendakian gunung. Menyusul kesuksesan film Sekawan Limo dan Petualangan di Gunung Gede, film Pencarian Terakhir hadir menyapa publik di layar bioskop tanah air.

Salah satu pemeran film Pencarian Terakhir, Adzana Ashel, menuturkan film ini secara khusus didedikasikan untuk jiwa-jiwa yang hilang di gunung dan mereka yang tanpa lelah mencari keberadaan para pendaki yang hilang.

"Jadi film ini memang didedikasikan untuk jiwa-jiwa yang hilang di pelukan gunung dan untuk mereka yang tanpa pamrih mencarinya," ujar Ashel saat dijumpai Basra usai nonton bareng (nobar) film Pencarian Terakhir di Surabaya, Selasa (9/9) malam.

"Banyak banget pesan yang ingin disampaikan melalui film ini, tentang hangatnya keluarga, hangatnya persahabatan," sambungnya.

Film Pencarian Terakhir ini adalah sekuel pertama film berjudul sama di tahun 2008 sebelumnya. Pada tahun 2008 film dibintangi Lukman Sardi, Yama Carlos, dan Alex Abbad. Dua nama pemeran terakhir juga kembali diikutsertakan dalam versi sekuel.

Film Pencarian Terakhir (2025) yang disutradarai Affandi Abdul Rachman ini berkisah tentang Drupadi (Adzana Ashel), yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-17. Bersama teman-teman dan kekasihnya, dia bertualang trail run ke Gunung Sarangan, yang sayangnya dilakukan tanpa sepengetahuan sang ayah.

Di gunung itu tujuh tahun silam ibunda Drupadi, Sita (Artika Sari Devi), hilang setelah berpamitan pergi dari rumah dan tak kembali lagi. Kejadian tujuh tahun itu menyisakan trauma mendalam, terutama bagi ayah Drupadi, Tito (Donny Alamsyah).

Lokasi Gunung Sarangan sendiri dikisahkan sangat angker. Masyarakat setempat menyakini jika Gunung Sarangan menjadi tempat tinggal entitas gaib. Salah satunya adalah makhluk gaib bernama Ki Tapa (Egi Fedly), yang diyakini masih keturunan Prabu Siliwangi.

Masyarakat setempat percaya banyak pendaki atau warga lainnya yang tersesat dan hilang di gunung tersebut pasti dijadikan penghuni abadi dunia gaib di gunung tersebut. Apalagi jika mereka sampai memakan sesuatu, yang disajikan saat mereka secara tak sengaja masuk ke dunia lain tersebut dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk gaib di dalamnya.