Konten Media Partner

Film Petaka Gunung Gede, Kisah Nyata Pendakian Anak Muda Berujung Maut

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemeran film 'Petaka Gunung Gede' saat berkunjung ke Surabaya, Minggu (9/2) malam. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Para pemeran film 'Petaka Gunung Gede' saat berkunjung ke Surabaya, Minggu (9/2) malam. Foto: Masruroh/Basra

Sempat viral di awal tahun 2022 setelah muncul melalui laman Youtube Prasodjo Muhammad, kisah petualangan sekelompok anak muda di Gunung Gede yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, diangkat ke layar bioskop.

Film Petaka Gunung Gede diangkat dari kisah nyata kegiatan pendakian Gunung Gede yang dilakukan oleh Maya Azka dan mendiang sahabatnya, Pranita (Ita), pada 2007 silam.

Diangkat dari kisah nyata, film ini mengisahkan persahabatan anak SMA bernama Maya Azka (Arla Ailani) dan Ita (Adzana Ashel) yang ingin mendaki Gunung Gede bersama kakak Maya, Indra (Raihan Khan), serta teman-teman Indra yang gemar mendaki gunung.

Namun di perjalanan mendaki Gunung Gede, mereka mengalami rentetan peristiwa mengerikan, mulai dari Ita yang kesurupan, berbagai gangguan suara, hingga penampakan dari penghuni Gunung Gede yang menyeramkan.

Tak hanya diangkat dari kisah nyata, film ini juga mengambil lokasi syuting sesuai kejadian sebenarnya, Gunung Gede. Tantangan fisik dan mental pun sempat dialami para pemeran film selama proses syuting berlangsung.

"Naik gunung sambil syuting itu kendala besar buat saya. Harus memikirkan pendalaman karakter, tapi di saat yang sama tetap fokus mendaki gunung. Kami harus menjaga kondisi fisik dan mental agar tidak terlalu kelelahan," ujar Adzana, saat ditemui Basra, usai penayangan film Petaka Gunung Gede di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Minggu (9/2) malam.

Pemeran Ita ini menuturkan jika syuting di Gunung Gede dilakukan selama seminggu. Kejadian mistis juga sempat dialami para pemeran saat syuting berlangsung.

"Kayak tenda yang digoyang-goyang gitu, tapi kita kan niatnya di sana baik untuk kerja ya, bukan untuk melakukan hal yang buruk. Jadi kita 'nikmati' saja (gangguan itu)," tutur Arla, pemeran Maya.

Selain mengisahkan tentang perjalanan pendakian ke Gunung Gede, film ini juga menyuguhkan kisah persahabatan antara Maya dan Ita hingga maut memisahkan keduanya.

Arla mengaku cukup terharu sekaligus kagum dengan kisah persahabatan Maya dan Ita, di mana Maya yang selalu ada mendampingi Ita saat mengalami musibah.

"Aku juga punya sahabat baik, pas rilis film ini di Jakarta kemarin, aku ajak dia nonton. Kita nangis bareng lihat persahabatan Maya dan Ita ini," tukas Arla.

Menurut Arla, persahabatan memang harus tetap terjaga dalam kondisi susah, tidak dalam keadaan senang saja.