Konten Media Partner

Gemar Makan Makanan yang Diasinkan, Waspada Terkena Kanker Ini

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ikan asin. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikan asin. Foto: Pixabay

Hati-hati jika telinga mengalami bunyi brebek-brebek seperti berisi air. Bisa jadi itu gejala awal adanya kanker nasofaring atau karsinoma nasofaring (KNF). Hal ini diungkapkan Prof Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni, SpTHTBKL, Subsp Onk (K) FICS dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar Universitas Airlangga yang digelar Rabu (18/10).

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran (FK) Unair ini mengatakan telinga brebek-brebek itu biasanya muncul satu atau dua bulan setelah kanker itu muncul.

"Kanker nasofaring ini muncul di organ nasofaring yang letaknya di hidung bagian belakang. Itu dekat dengan telinga sehingga gejalanya ke telinga," kata Prof Romdhoni.

Dengan tanda tersebut, disarankan pasien segera ke dokter spesialis telinga hidung tenggorokan untuk mendiagnosis penyakitnya lebih lanjut.

Tanda lain adalah hidung sering mimisan saat usia di atas 40 tahun. Darah yang keluar dari hidung bukan dalam jumlah yang banyak namun sedikit demi sedikit.

Prof Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni, SpTHTBKL, Subsp Onk (K) FICS (tengah). Foto: Masruroh/Basra

"Nah kalau tidak diperiksakan maka di bulan ke enam atau ke tujuh akan muncul benjolan di leher bagian belakang dekat telinga. Benjolan ini awalnya bisa di sebelah kanan terus ke kiri dan tambah membesar. Jika sudah muncul benjolan maka sudah stadium lanjut," jelasnya.

Prof Romdhoni mengatakan, jika pasien mengalami tanda di telinga dan di hidung dan memiliki riwayat merokok atau sering mengkonsumsi makanan yang diasinkan maka harus berobat ke spesialis THT. Karena kemungkinan besar itu adalah gejala kanker nasofaring.

"Lebih baik diperiksakan namun tidak ketemu kankernya, daripada tidak diperiksakan tapi ada kankernya," ungkapnya.

Biasanya pemeriksaan yang dilakukan dengan biopsi. Ini untuk mengetahui jenis dari kankernya. Jika sudah positif kanker nasofaring, maka dokter akan menyarankan untuk radiasi dan kemoterapi.

Prof Romdhoni menuturkan, kanker ini tidak bisa dioperasi. Jika dioperasi tidak maksimal membersihkan kankernya. Jika kanker yang dioperasi itu tidak bersih maka kekambuhan akan mudah dan cepat sekali terjadi.

"Kalau datang di stadium awal maka pengobatan cukup dengan radiasi," tukasnya.

Jika datang di stadium awal maka angka kemungkinan sembuh di lima tahun pertama bisa mencapai 90 persen. Tapi kalau sudah stadium lanjut hanya 25 persen.

Dari banyak daerah di Jawa Timur, kata Prof Romdhoni, Surabaya menjadi daerah dengan jumlah pasien terbanyak. Jumlahnya bisa 200 orang per tahun. Dan dari jumlah itu, 70 persen datang dalam kondisi sudah stadium tiga atau empat.

Kanker nasofaring ini adakah kanker yang kasusnya sangat banyak yang terjadi di kepala dan leher. Bahkan 70 persen dari penyakit kanker di kepala dan leher. sisanya bisa kanker sinus di hidung dan kanker pita suara.

Prof Romdhoni mengatakan, dari banyak pasien yang ditelitinya ada tiga faktor penyebab terjadinya kanker nasofaring yakni genetik, lingkungan, dan virus.

Biasanya ketiganya saling terkait. Tidak bisa karena satu dari tiga faktor namun harus ada ketiganya.

"Faktor genetik ya karena gennya sendiri. Kalau virus juga karena masuknya virus. Sedangkan lingkungan karena apa yang dikonsumsi sehari-hari. Misalnya suka makan makanan yang diasinkan misal ikan asin, telur asin dan sebagainya," tuturnya.

Makanan yang diasinkan ini, kata Prof Romdhoni, mengandung zat yang terbentuk akibat pengasinan itu yakni nitro samin. Itu akan mempengaruhi proses metabolisme sel hingga menjadi tidak normal dan terjadi mutasi dan bisa menjadi kanker.

Prof Romdhoni mengakui peningkatan awareness para ahli untuk mendeteksi dini penyakit ini. Adanya alat-alat canggih yang menunjang juga sangat dibutuhkan. Selain itu juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini penyakit ini dengan memeriksakan diri apabila mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas.