Konten Media Partner

Hadapi Resesi Global, Pemikiran Bung Karno di Era Digital Perlu Digali

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hadapi Resesi Global, Pemikiran Bung Karno di Era Digital Perlu Digali
zoom-in-whitePerbesar

Saat ini, pengamalan nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari hampir terkikis. Hal ini diungkapkan oleh Staf Ahli MPR-RI Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila, Syaiful Arif, SHI., M.Hum. saat mengisi seminar Nasional Kebangsaan bertema ‘Karakter Bangsa: Satunya Kata dan Perbuatan Refleksi Pemikiran Bung Karno’.

Kegiatan yang diadakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini dalam rangka memperingati hari lahir Bung Karno dan Bulan Pancasila.

“Di dalam konteks pembahasan, nilai Pancasila kita sedang mengalami surplus pembicaraan tetapi defisit pemahaman dan pengamalan,” ungkapnya, Rabu (7/6).

Untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila tersebut, generasi muda perlu menggali gagasan dan pemikiran Bung Karno di era digital seperti saat ini.

"Demokrasi harus berjalan bersamaan dengan kesejahteraan sosial, ini adalah Sosio-Nasionalis yakni salah satu gagasan Bung Karno,” ucapnya.

Ia juga menyebut, jika penguatan karakter bangsa dari nilai-nilai Pancasila, membuat Indonesia dapat melewati dan menghadapi resesi Global.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Untag Surabaya Prof. Mulyanto Nugroho, M.M, CMA., CPA. menjelaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan.

Menurutnya, penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk dan memperkuat karakter bangsa.

"Banyak hal yang bisa kita lakukan saat ini. Misalnya saja mempunyai sikap toleransi antar umat beragama, saling menghargai kepada sesama, hingga berani mengatakan hal yang benar," ucapnya.

Lewat kegiatan ini, pihaknya berkomitmen untuk terus menanamkan cinta pada tanah air bagi anak muda Indonesia untuk menyongsong Indonesia emas di tahun 2045.