Hanung Bramantyo Angkat Tradisi Jawa 'Gowok' yang Telah Punah ke Layar Bioskop
·waktu baca 2 menit

Sutradara dan penulis kenamaan Hanung Bramantyo kembali menghadirkan karya apiknya ke layar bioskop. Kali ini Hanung mengangkat tradisi masyarakat Jawa, Gowok, yang telah punah keberadaannya.
Gowok merupakan perempuan yang bekerja sebagai pembimbing kaum pria agar bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik. Gowok ini mengajari tata cara suami menghadapi sikap istri, sampai tutorial berhubungan seksual dalam rumah tangga.
"Gowok memberikan edukasi kepada para calon pengantin pria Jawa, khususnya Jawa Tengah. Sejarah ini bermula dengan tradisi pergowokan di daratan Jawa pada awalnya yang diperkenalkan oleh perempuan asal Tiongkok bernama Goo Wok Niang yang datang ke Jawa bersama dengan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1415-an," ungkap salah satu pemeran film Gowok: Kamasutra Jawa, Alika Jantinia, saat berkunjung ke Surabaya, Rabu (28/5) malam.
Kala itu seluk beluk kehidupan rumah tangga, termasuk seks merupakan hal tabu bila diajarkan oleh orang tua. Karena itulah seorang perempuan (gowok) yang dianggap memiliki pengalaman diminta untuk mengajarkan. Seorang gowok akan mendapatkan gaji atau upah dari orang tua yang menitipkan anak laki-lakinya.
Seiring meletusnya perang komunis di tanah Jawa pada era 1960an, turut mengikis tradisi gowok.
Meski diangkat berdasarkan tradisi yang pernah ada, Alika menyebut jika mantra-mantra yang berkaitan dengan tradisi gowok dalam film ini merupakan rekaan sang sutradara, Hanung Bramantyo.
"Mantra dan teks kunonya memang ada. Tapi mas Hanung nggak ingin berisiko ya dengan mengucapkan manta yang asli," tutur Alika.
Film produksi MVP Picture dan akan tayang di bioskop mulai 5 Juni ini menceritakan tentang Ratri muda (Alika Jantinia), seorang gadis yatim piatu yang tumbuh menjadi gadis cantik dan setelah diasuh oleh Nyai Santi (Lola Amaria), seorang gowok terpandang. Ratri pun jatuh cinta pada Kamanjaya (Devano Danendra), pemuda dari keluarga terpandang, yang kemudian mengingkari janji untuk menikahinya.
Dua puluh tahun kemudian, Ratri (Raihaanun) kembali bertemu Kamanjaya yang membawa putranya, Bagas (Ali Fikry), untuk menuntut ilmu pada Nyai Santi. Tanpa mengetahui masa lalu orang tua mereka, Bagas jatuh cinta pada Ratri. Ratri pun memanfaatkan pesonanya untuk membalas dendam pada Kamanjaya (Reza Rahadian).
