Konten Media Partner

Harapan Atlet Sepak Bola Amputasi ke Eri Cahyadi: Kami Ingin Bertemu dan Bicara

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Khusnul Yakin, kapten tim Persas. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Khusnul Yakin, kapten tim Persas. Foto: Masruroh/Basra

Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) baru berdiri pada 2022 silam, namun sederet prestasi berhasil direngkuh klub sepak bola yang menaungi atlet disabilitas kaki tersebut. Sebut saja Juara 2 Bupati Cup Jember 2023 hingga Juara 2 Sepak Bola Amputasi Kapolresta Malang Kota Cup tahun 2024.

Deret piala dan piagam penghargaan yang berhasil diraih Persas di usianya yang belum genap 5 tahun tertata rapi di kediamannya sang kapten tim, Khusnul Yakin, di kawasan Wonokromo. Rumah Khusnul sekaligus sebagai tempat berkumpul para pesepakbola amputasi dari luar kota yang sedang berkunjung ke Surabaya.

"Ya semuanya ngumpul di sini. Wong kita nggak punya sekretariat," ujar Khusnul saat ditemui Basra di kediamannya, (21/9).

Khusnul melanjutkan, jangankan kantor sekretariat, Persas kadang masih kesulitan mencari lapangan untuk latihan bersama. Meski kini telah ada kerja sama dengan salah satu kampus swasta terkait fasilitas lapangan latihan, namun Khusnul dan timnya masih merasa terabaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Kita memang ada kerja sama sponsor dengan kampus, jadi bisa pakai lapangan mereka untuk latihan juga bisa pakai fasilitas gym nya kalau mau ada pertandingan. Tapi itu kan bukan dari Pemkot," tutur Khusnul.

"Dulu kami masih bisa latihan di lapangan di taman-taman kota. Tapi sejak semua taman direnovasi kami sudah tidak bisa lagi latihan di sana. Dulu lapangan bola yang ada di taman pakai rumput sintetis sekarang diganti dengan rumput sejenis karpet. Jadinya licin, wong kami kan mainnya pakai tongkat bukan pakai kaki, ya rentan kepleset," sambungnya.

Khusnul juga mengungkapkan jika pihaknya masih kesulitan dana setiap kali akan mengikuti pertandingan. Setiap akan berangkat bertanding, pihaknya masih harus bekerja keras mencari sponsor dana.

"Kalau nggak ada sponsor ya nggak bisa berangkat ikut event pertandingan. Itu masih seputar kegiatan bola ya, belum termasuk nasib para penyandang disabilitas yang masih harus berjuang mencari nafkah," ujarnya.

Khusnul menuturkan pihaknya tak ingin banyak menuntut pada pemerintah terutama Pemkot Surabaya. Ia dan timnya hanya ingin bertemu dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Dulu sebelum saya berangkat ke Turki (dalam rangka Piala Dunia 2022), ketemu dengan Pak Eri. Beliau menjanjikan fasilitas dan pekerjaan juga buat saya. Tapi sampai sekarang tidak pernah terealisasi, mungkin beliau sudah lupa karena kesibukannya," ungkap Khusnul.

Jika diberi kesempatan bertemu Eri, Khusnul dan timnya ingin menyampaikan banyak hal tentang sepak bola amputasi dan para penyandang disabilitas di Kota Pahlawan.

“Kami ingin bertemu Pak Eri Cahyadi. Tapi susah sekali aksesnya. Kami kan juga orang Surabaya, kami juga membawa nama Surabaya. Kami ingin menyampaikan banyak hal soal sepak bola amputasi kepada pak Eri,” pungkasnya.