Konten Media Partner

Hari Kartini Saat Pandemi COVID-19: Tak Ada Karnaval dan Sepinya Jasa Sewa Baju

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ida menunjukkan koleksi baju kebaya untuk karnaval. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ida menunjukkan koleksi baju kebaya untuk karnaval. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Perayaan Hari Kartini tahun ini berlangsung sepi. Bila di tahun-tahun sebelumnya ada banyak anak-anak berkostum adat yang melakukan karnaval, tahun ini mereka harus #dirumahaja karena pandemi corona.

Tentu saja hal ini membuat para penyedia jasa penyewaan baju adat harus bersabar karena tidak adanya pelanggan yang menyewa baju.

"Biasanya jauh-jauh hari sebelum peringatan Hari Kartini udah banyak yang menyewa. Ada 50 baju itu keluar. Sekarang satu pun tidak ada, jadi orang-orang ya pada sambat, kita cuma bisa sabar," ucap Hidayatul Husna pemilik Hilmy Salon ketika ditemui Basra, Selasa (21/4).

Perempuan yang akrab disapa Ida ini mengatakan, saat Hari Kartini tiba ia bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta-Rp 2 juta.

"Kalau kartiniannya nggak barengan ya lumayan. Sehari maksimal ada 8 atau 10 anak. Masing-masing saya banderol Rp 100-Rp 150 ribu," jelasnya.

Koleksi baju adat di Salon Hilmy milik Ida.

Tak hanya itu, Ida juga telah menambah tujuh koleksi baju baru yang siap disewakan ketika Hari Kartini tiba.

"Padahal jauh-jauh hari, saya juga sempat beli baju baru ternyata nggak terpakai. Manusia kan hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang berkehendak, ya semoga tahun depan bisa digunakan," tuturnya.

Selain menyewakan baju adat, Ida juga membuka wedding organizer bersama sang suami. Lantaran kondisi pandemi yang belum juga berakhir, Ida menyebut jika ada beberapa job rias pengantin yang harus dibatalkan.

Guna memenuhi kebutuhan sehari-hatinya, ia pun membuka konter pulsa di sebelah rumah. "Alhamdulillah sehari masih dapat Rp 300 ribu, itupun uangnya harus diputar. Yang penting saya sehat, anak-anak sehat. Karena kondisinya juga seperti ini," tutur perempuan 39 tahun ini.

Ke depan, Ida berharap agar pandemi COVID-19 ini dapat segera berakhir sehingga keadaan ekonomi di dunia juga bisa pulih kembali.

"Habis Lebaran sebenarnya ada job, tapi saya masih belum tahu kondisinya bagaimana. Semoga saja keadaannya bisa kembali seperti semula," harapnya.

****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!