Konten Media Partner

Hati-Hati, Anak Muda Lebih Berisiko Kena Gangguan Jiwa

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi : Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Pixabay

Tiap 10 Oktober diperingati sebagai World Mental Health Day atau hari kesehatan jiwa sedunia. Peringatan ini pertama kali diadakan pada tahun 1992, dan digagas oleh World Federation for Mental Health. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan advokasi masyarakat dunia mengenai kesehatan jiwa.

WHO mengungkapkan, anak muda atau generasi milenial saat ini lebih berisiko terkena gangguan jiwa. Menurut dr. Esther Haryanto, SpKJ, dokter spesialis jiwa RSJ Menur Surabaya, anak muda lebih berisiko mengalami gangguan jiwa karena mengalami banyak perubahan dan penyesuaian yang terjadi baik secara psikologis maupun emosional.

"Tentu saja kalau perubahan-perubahan tersebut tak terkelola dengan baik, bisa berdampak depresi pada remaja," ujar dr. Esther kepada Basra, Selasa (9/10).

Selain perubahan hidup, lanjut dr. Esther, teknologi juga berkontribusi terhadap kesehatan mental anak muda. Salah satunya adalah penggunaan media sosial.

dr. Esther Haryanto, SpKJ, dokter spesialis jiwa RSJ Menur Surabaya. Foto : Masruroh/Basra

"Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang tidak seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban pikiran pada generasi muda. Belum lagi bullying lewat medsos sekarang juga marak," imbuhnya.

Sebagai cara mendeteksi dini gangguan kesehatan jiwa, ia pun menganjurkan orang tua untuk lebih banyak berbicara dengan anak-anak remajanya.

dr. Esther mengungkapkan suasana hati yang tidak stabil pada anak bisa menjadi alarm kewaspadaan orang tua. Jika anak sudah sampai enggan bersekolah, dan enggan berbicara dengan orang lain, orang tua harus sepenuhnya membantu sang anak.

"Anak jadi lebih pendiam atau lebih sering mengurung diri, itu perlu diperhatikan. Deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena depresi bisa berdampak fatal berupa tindakan bunuh diri," simpulnya. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)