Hati-hati, Obesitas Bisa Sebabkan Nyeri Lutut dan Kerusakan Sendi Lutut Permanen

Konten Media Partner
31 Agustus 2023 9:07 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hati-hati, Obesitas Bisa Sebabkan Nyeri Lutut dan Kerusakan Sendi Lutut Permanen
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Pertanyaan:
Halo dok, Saya perempuan 51 tahun. Saya ingin bertanya tentang nyeri lutut. 1 tahun terakhir saya sering mengalami nyeri pada kedua lutut kumat-kumatan. Dalam 1 bulan ini nyeri lutut makin intens dan makin sering nyeri. Lutut juga terasa kaku susah digerakkan terutama pada pagi hari. Sebenarnya apa penyebab nyeri lutut? Kemudian bagaimana cara mengobatinya? (Yenny, Surabaya)
ADVERTISEMENT
Jawaban :
Halo Yenny, terima kasih atas pertanyaannya. Penyebab nyeri lutut dibagi menjadi 2, yaitu nyeri lutut yang disebabkan karena faktor degeneratif dan non degeneratif.
Nyeri lutut yang disebabkan oleh peradangan dan kerusakan tulang rawan sendi lutut karena faktor degeneratif dan non degeneratif umumnya disebut osteoarthritis genu. Biasanya masyarakat banyak menyebutnya sebagai pengapuran sendi lutut.
Penyebabnya macam-macam, tapi yang paling sering disebabkan karena proses degeneratif yang disertai dengan penyakit metabolik. Jadi kalau misalnya usianya di atas 50 tahun dan mengalami penyakit metabolik akan lebih mudah terkena osteoarthritis genu dibanding mereka yang tidak mengalami penyakit metabolik.
Penyakit metabolik itu apa saja? Yang pertama adalah obesitas atau berat badan berlebih. Obesitas dapat memberikan beban berlebih yang melampaui batas yang dapat diterima sendi lutut sehingga risiko terjadinya kerusakan pada sendi lutut meningkat.
ADVERTISEMENT
Nah penyakit metabolik selanjutnya adalah diabetes, terutama diabetes tipe 2 karena adanya kelebihan gula darah akibat lifestyle yang tidak baik. Dan penyakit metabolik lainnya adalah hipertensi, kolesterol yang berlebih, hingga adanya asam urat.
Nah itu adalah penyakit-penyakit metabolik yang dapat menyebabkan nyeri lutut. Pada proses degeneratif terjadi ketidakstabilan pada sendi lutut akibat ligamen menjadi lemas atau longgar sehingga mengakibatkan kerusakan sendi lutut.
Faktor non degeneratif yang dapat menyebabkan nyeri lutut salah satunya riwayat trauma atau cidera pada sendi lutut, misal karena kecelakaan atau pada atlet,
Untuk penanganan atau pengobatan nyeri lutut dibagi menjadi 2, yakni penanganan konservatif dan intervensif. Konservatif artinya pemberian obat-obatan secara oral dan terapi dengan rehabilitasi medik.
ADVERTISEMENT
Terapi rehabilitasi medik bertujuan agar nyeri lutut bisa berkurang dengan cara menguatkan otot-otot sekitar lutut, serta meningkatkan fleksibilitas sendi lutut.
Penangan rehabilitasi medik juga dilakukan terapi obesitasnya agar dapat mengurangi berat badan dan edukasi cara agar berat badan tidak berlebih. Hal ini bertujuan agar dapat mencapai berat badan ideal sehingga dapat mengurangi beban sendi lutut sehingga nyerinya akan berkurang dan proses kerusakan sendi lutut lebih lanjut dapat berhenti.
Selain itu di rehabilitasi medis juga dapat diberikan modalitas lainnya, yakni dengan pemberian terapi laser analgetik di titik-titik yang nyeri agar dapat mengurangi nyeri dan peradangan sendi lutut.
Ada pun penanganan intervensif artinya pemberian sesuatu tindakan, baik itu melalui non pembedahan maupun pembedahan. Nah yang kita lakukan di MedicElle Clinic Surabaya adalah penanganan intervensif tanpa pembedahan dengan peremajaan sendi lutut dan ablasi saraf nyeri lutut.
ADVERTISEMENT
Peremajaan sendi lutut dapat dilakukan dengan pemberian injeksi hyaluronic acid dan atau dengan injeksi PRP yang disuntikkan langsung kedalam sendi lutut dengan bantuan guiding USG lutut. Sedangkan ablasi syaraf nyeri sendi lutut dengan menggunakan injeksi anestesi atau anti nyeri disertai radio frequency.
Osteoarthritis genu ini prosesnya akan jalan terus, tidak akan berhenti jika tidak ditangani dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan sendi lutut permanen. Kerusakan ini dapat menyebabkan bentuk kaki berubah menjadi O atau X. Selain itu dapat menyebabkan nyeri hebat bahkan sampai dengan tidak bisa berjalan. Kalau sudah seperti mau tidak mau ya harus dengan operasi penggantian sendi lutut.
Saat ini penderita nyeri lutut tidak lagi berusia di atas 50 tahun tapi sudah lebih muda lagi terutama karena penyakit-penyakit degeneratif sebagai imbas gaya hidup yang tidak sehat sejak usia muda. Ada yang berusia belum 40 tahun sudah kena osteoarthritis genu karena obesitas.
ADVERTISEMENT
Nah perempuan sendiri ternyata lebih sering terkena osteoarthritis genu, salah satunya bisa karena banyaknya pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan mulai mengurus anak, rumah, kerja di kantor dan sering naik turun tangga.
Osteoartritis genu bisa diantisipasi. Pertama, hindari terkena penyakit metabolik dengan gaya hidup sehat sejak usia muda dan menjaga berat badan ideal. Selain itu juga perlu rutin berolahraga, tidak perlu olahraga yang berat-berat, olahraga dengan jalan kaki rutin sudah cukup baik. Jika sudah terkena osteoartritis genu, olahraga yang terbaik adalah olahraga yang tidak memberikan beban berat ke sendi lutut contohnya dengan renang.
MedicElle Clinic merupakan klinik khusus wanita pertama dan satu-satunya di Jawa Timur dengan semua tenaga medisnya wanita.
ADVERTISEMENT
MedicElle Clinic melayani medical check up, dokter spesialis bedah dan payudara, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik (kanker dan kelainan darah), dokter spesialis anak, dokter gigi umum dan spesialis konservasi gigi, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis rehabilitasi medik serta dokter umum.
MedicElle Clinic juga melayani pemeriksaan Laboratoriun, Radiologi (Rontgen, USG dan Mammografi) serta terdapat layanan Farmasi dan One Day Care (Pembedahan dan Kemoterapi). Melibatkan dokter ahli dan pengalaman dengan teknologi modern dan berkualitas bagi pasien.
Narasumber :
Dr. Rita Vivera Pane, dr. Sp.KFR-K, FIPP, CIPS
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi Medik
MedicElle Clinic Surabaya